Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Saluran Pariterong di Jombang Ditarget Tuntas Tahun Depan, Padahal Lahannya Belum Bebas 100 Persen

Ainul Hafidz • Minggu, 20 Agustus 2023 | 15:08 WIB

 

Titik jalur provinsi yang terdampak proyek irigasi Pariterong, di Kecamatan Diwek, Jombang
Titik jalur provinsi yang terdampak proyek irigasi Pariterong, di Kecamatan Diwek, Jombang

JOMBANG – Pembebasan lahan proyek Irigasi Pariterong (Papar-Turi-Peterongan) sampai sekarang tak kunjung rampung. Padahal, pemerintah pusat sudah menarget pekerjaan fisik selesai tahun depan.

Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi melalui Kabid Sumber Daya Air (SDA) Sultoni, mengatakan berdasarkan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas untuk pembebasan lahan saluran pariterong sampai saat ini masih berjalan.

”Belum semua (lahan) dibebaskan, tapi rencananya untuk pekerjaan fisik pariterong ditarget tahun depan sudah selesai,” katanya.

Menurutnya, ada beberapa titik yang kini proses pembebasan lahan dilakukan. Di antaranya lahan di Kecamatan Diwek dan Jogoroto.

”Jadi proses pengadaan lahan sudah melakukan pendekatan ke masyarakat, seperti di Desa Mayangan terakhir kemarin belum ada pembayaran kepada pemilik lahan,” imbuh dia.

Meski pembebasan lahan belum rampung, lanjutnya, pemerintah pusat sudah menarget pekerjaan fisik dituntaskan tahun depan. ”Kelihatannya tahun ini dikebut dan simultan, sambil ada pekerjaan juga menyelesaikan pembebasan lahan,” ujar Sultoni.

Dengan kata lain, pekerjaan tak berakhir tahun ini dan langsung dilanjutkan tahun depan. Mengingat mega proyek itu dikerjakan oleh dua pelaksana.

”Jadi setelah ketemu dengan pengawas proyek, ternyata paket Multi Years Contract (MCT)  sampai tahun depan,” tutur dia.

Rencananya, dua pelaksana itu bakal mengerjakan lahan sepanjang 8 kilometer atau hingga hilir irigasi di Kecamatan Mojowarno.

Adapun tahun ini pekerjaan fisik dimulai di Desa Balongbesuk, Kecamatan Diwek, sampai 8 kilometer menuju Desa Sidokerto, Kecamatan Mojowarno.

Terpisah, Camat Diwek Agus Sholihuddin, tak menampik bila  pembebasan lahan untuk kebtuhan proyek masih berjalan. Ada dua desa yang kini terdampak. Yakni Desa Ngudirejo dan Desa Kedawong.

Dari dua desa itu ada sekitar 150 bidang yang terdampak, baik lahan kosong maupun bangunan. ”Di Kedawong itu rata-rata sawah, sementara di Ngudirejo ada beberapa rumah,” imbuh dia.

Ditambahkan, setelah pembebasan lahan rencananya tahun ini akan langsung dilanjutkan dengan pekerjaan fisik. Tidak seperti tahun sebelumnya, pembebasan lahan dengan pekerjaan fisik dilakukan di tahun berbeda.

”Karena kalau tidak salah targetnya selesai tahun depan, soalnya di Kecamatan Jogoroto dan Mojowarno juga sudah mulai jalan,” pungkas Agus.

Seperti diketahui, proyek irigasi Pariterong (Papar-Turi-Peterongan) digelontor anggaran hingga Rp 366 miliar yang bersumber dari APBN 2023.

Proyek dengan nama peningkatan rehabilitasi Jaringan Irigasi Peterongan DI (Daerah Irigasi) Mrican ini terbagi menjadi dua paket. Untuk paket 1 lelang dimenangkan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan harga kontrak sebesar Rp 183,8 miliar.

Lokasi pekerjaan berada di Kabupaten Kediri dan Jombang. Sementara paket 2 lelang dimenangkan PT Waskita Karya (Persero) Tbk dengan harga kontrak sebesar Rp 182,3 miliar. Lokasi pekerjaan berada di Kabupaten Kediri, Nganjuk dan Jombang. (fid/bin/riz)

 

Editor : Achmad RW
#Pariterong #saluran #Jombang #pembebasan lahan