JOMBANG – Dusun/Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh dikenal dikenal menjadi salah satu sentra produksi tikar pandan.
Sayang dalam perkembangannya, kerajinan tikar pandan ini mulai banyak ditinggalkan warga. Meski begitu, sebagian warga masih bertahan dan meneruskan usaha yang sudah turun-temurun ini.
Salah satunya warga yang masih menekuni usaha kerajinantikar pandan ini, yakni Laseni, 60. ”Dulu waktu saya kecil ya banyak yang buat tikar, termasuk ibu saya, akhirnya saya juga diajari, tapi sekarang tinggal dua atau tiga orang saja,” ungkapnya.
Laseni mengatakan, membuat tikar pandan adalah pekerjaan sudah ia tekuni sejak usainya masih muda. Kemampuannya menganyam pandan didapatnya secara otodidak hasil belajar dari orang tuanya dulu.
Setiap harinya ia membuat tikar pandan sendiri di rumah. ”Saya kerjakan sendiri. Dulu dibantu anak-anak saya tapi sekarang sudah punya keluarga sendiri,” imbuhnya.
Proses pembuatan tikar pandan membutuhkan waktu cukup panjang. Pertama, ia harus menyiapkan bahan baku daun pandan.
Tanaman pandan banyak tumbuh liar di sekitar rumahnya sehingga ia tak perlu membeli. Daun-daun itu kemudian ia jemur di bawah terik matahari. Setelah bahan baku siap, ia pun segera memprosesnya.
”Setelah dapat itu ya disisik dan dikerok sampai seratnya halus. Setelah itu dijemur lagi,” lanjutnya.
Proses penjemuran ini dilakukan untuk mengurangi kadar air pada daun pandan sehingga tak patah saat dianyam. Selain itu, agar kualitas pandan tetap awet. ”Jika sudah kering, baru dianyam, sampai membentuk lembaran-lembaran,” tambahnya.
Setelah jadi lembaran-lembaran, proses selanjutnya, yakni finishing. Sejumlah lembaran anyaman pandan selanjutnya disatukan sesuai ukuran tikar. ”Biasanya satu tikar ini jadinya tiga hari,” terangnya.
Untuk tikar-tikar itu, Laseni pun mengaku membuatnya jika ada pesanan. Tak seperti puluhan tahun lalu, banyak tengkulak yang datang ke desanya itu untuk mengambil tikar.
”Kalau sudah jadi nanti disetorkan ke dusun sebelah situ,” tambahnya.
Meski prosesnya membutuhkan waktu yang relatif lama dan rumit, Laseni harga jual tikar pandan terbilang murah. Untuk ukuran paling kecil, biasa dijualnya dengan harga Rp 50 ribu.
”Kalau yang ukuran sedang ini Rp 60 ribu, sedangkan yang besar Rp 70 ribu,” pungkasnya. (riz/naz/riz)
Editor : Achmad RW