JOMBANG – Pengerukan cor beton jalan nasional Jombang di sisi barat fly over Peterongan membuka fakta jalan ini dibangun dengan besi yang minim.
Temuan cor jalan nasional tanpa besi itu panen hujatan netizen. Banyak yang menduga anggaran banyak dikepras untuk kepentingan pribadi sehingga pembangunan jalan nasional tak maksimal.
Belum sampai lima tahun, jalan tersebut telah rusak parah, dan kini kembali dibongkar. ”Besinya kecil-kecil, pantas retak-retak merata, banyak dikorupsi pejabatnya,” kata @Sholahuddin_pengacara netizen yang membubuhkan komentar pedas di akun instagram @jawaposradarjombang.
Jalan nasional depan Pasar Peterongan memang belum lama ini dibangun. Pembangunan sangat lama, memakan waktu berbulan-bulan itu juga dikeluhkan warga.
Seperti yang ditulis @marsyelinatita. ”Ngunu biyen oleh ngecor sauwe, koyok yok-yok oo. Jeketek dadi dalan koyok dalan makadam (gitu dulu ngecornya lama sekali kayak serius, ternyata jadinya seperti jalan makadam),” ungkapnya kesal.
Tak kalah pedas, akun @mashuri.niq juga mengomentari terkait proses lelang yang diduga banyak dilakukan modus.
”Pantas proyek terus, padahal usia cuma beberapa tahun, pengerjaan lumayan cukup lama, yang penting SPJ laporan yeyep,” katanya dalam sebuah komentar.
”Yang penting SPJ/laporan tetap 100 %, meskipun realusasinya cuma 50%, stempel bisa dibuat, lelang bisa dimodus,” lanjutnya.
Rusaknya jalan dor ini, tidak hanya membuat pengguna jalan tak nyaman, tapi juga membuat kendaraan warga rusak akibat guncangan yang ditimbulkan karena jalan yang tidak mulus. ”Nggarai kendaraanku rontok, dadi gemblodak, yo dalan iki lewat bendino,” ungkap akun @wg_indra.
Seperti diketahui jalur arteri nasional di sisi barat flyover Peterongan tengah dibongkar. Khususnya bagian rigid. Pembongkaran itu jadi obrolan warga karena ternyata tak ada konstruksi besinya.
Tak heran, jalan sangat rapuh dan cepat rusak. Seperti terlihat Kamis (10/8) siang, proses pembongkaran berlanjut ke sisi barat. Pengerukan terakhir di depan Puskesmas Peterongan. Namun, bongkaran jalan cor itu masih teronggok di lokasi. (wen/riz)
Editor : Achmad RW