JOMBANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Jombang merespons tegas tindakan kepala sekolah yang meminta fotocopy KTP orangtua peserta didik untuk caleg tertentu.
Dalam waktu dekat, kepala sekolah tersebut segera dipanggil untuk klarifikasi. "Kalau itu kami belum tahu informasinya seperti apa," ujar Senen Kepala Dinas P & K Jombang, saat dikonfirmasi kemarin.
Ia mengatakan, di tahun politik sekarang ini semua satuan pendidikan harus bersikap netral. Kepala sekolah juga harus bisa menjaga kondusifitas satuan pendidikannya.
Pihaknya juga sudah mengedarkan himbauan untuk netralitas ke seluruh satuan pendidikan di Jombang. "Mulai dari PAUD hingga SMP," katanya.
Edaran itu menindaklanjuti intruksi dari Sekdakab Jombang. “Sehingga sekolah harus netral," tegas dia.
Terkait adanya bantuan dari partai politik yang bersumber dana dari Pokir atau lainnya, memang diketahui dinas. "Akan tetapi kalau sampai kepala sekolah meminta fotocopy KTP itu dinas tidak tahu," tegas Senen.
Untuk itu, pihaknya segera menindaklanjuti hal tersebut kepada yang bersangkutan. "Besok (hari ini, Red) kita panggil yang bersangkutan," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah orang tua peserta didik baru di taman kanak-kanak (TK) di Jombang resah setelah kepala sekolah meminta fotokopi KTP.
Tanpa alasan yang jelas mereka diminta menyerahkan fotokopi KTP. Diduga KTP tersebut akan diserahkan kepada salah satu calon legislatif (caleg). (yan/bin/riz)
Editor : Achmad RW