RADAR JOMBANG - Kasus pembunuhan mahasiswa UI tengah ramai diperbincangkan. Pembunuhan kepada Muhammad Naufal Zidan mahasiswanya Fakultas Sastra Rusia, menghadirkan sejumlah fakta unik dan mencengangkan.
Mulai pelaku pembunuhannya, penemuan jasadnya hingga motif dalam pembunuhan itu. Jawa Pos Radar Jombang merangkup sejumlah fakta itu dalam 7 poin penting fakta kasus pembunuhan mahasiswa UI yakni:
1. Kronologi kasus
Zidan ditemukan tewas di dalam kosannya di wilayah Kukusan, Beji, Kota Depok. Kasus ini sendiri akhirnya dilaporkan ke Polres pada Jumat (4/8) Pukul 10.00 WIB. Mayat ditemukan dalam kondisi mengenaskan terbungkus plastik sampah dua lapis
2. Pelaku pembunuhan adalah kakak tingkatnya
Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan kepada saksi, polisi berhasil mengungkap pembunuhnya hnya dalam waktu 3 jam.
Pelakunya, AAB, 23, yang juga senior korban di kampus. "Korban adik kelas pelaku dan memang berteman saling mengenal," Wakasatreskrim Polres Metro Kota Depok AKP Nirwan Pohan (4/8)
Dari pemeriksaan yang dilakukan petugas, Nirwan diperkirakan telah dua hari meninggal dunia atau pada Rabu (2/8). Saat itu, korban tidak bisa dihubungi keluarganya. Sehingga pihak keluarga mengirim orang untuk mengecek korban di kosannya.
"Ada keluarga di sini mendatangi kosannya. Digedor enggak bisa, pintu dikunci, penjaga kosan membuka, akhirnya ditemukan (meninggal)," jelas Nirwan.
3. Jenazah ditemukan dalam kantong plastik
Petugas mendatangi lokasi setelah mendapat laporan dari masyarakat mengaku kaget saat datang ke lokasi. Kondisi mayat Zidan, mengenaskan dalam kondisi terbungkus plastik sampah.
"Mayat terbungkus dalam plastik warna hitam, di bawah kolong tempat tidur. Dalam kamar itu berantakan, tapi terlihat sempat dibersihkan," kata Nirwan di Polres Metro Depok, Jawa Barat, Jumat (4/8).
4. Korban ditusuk untuk diambil hartanya
Hasil pemeriksaan medis memastikan Zidan meninggal karena luka tusuk yang dilakukan seniornya. Total ada 10 luka tusuk di bagian dada korban.
Pelaku sendiri mengaku memang mengincar zidan sebagai korban. Alasannya pun karena pelaku butuh uang dan mengincar harta benda milik korban.
"Karena berteman, dan tahu korban punya banyak duit, punya laptop, ambil duit, ambil ATM, karena tidak tahu pinnya 2 kali gagal akhirnya diblokir," jelas Nirwan.
5. Pelaku bunuh teman karena terlilit pinjol
Motif pembunuhan ini, juga murni karena ekonomi. AAB, 23, mengaku terlilit utang pinjaman online (pinjol). Ia mengaku sempat bermain kripto dan berujung kerugian besar.
Uang hasil jarahan dari korban juga rencananya akan ia gunakan untuk menutup hutang itu. "Motif pelaku ini mengalami kerugian investaasi kripto termasuk utang pinjol," kata Nirwan.
Kerugian pelaku dari investasi kripto mencapai Rp 80 juta. Lalu utang pinjol yang belum dilunasi Rp 15 juta. Pelaku mengaku sudah terdesak membayar utang.
Tak hanya mengambil uang, AAB pun merencanakan untuk mengambil barang-barang korban. "Kepada korban ada pinjam Rp 200 ribu dan sudah dikembalikan," jelas Nirwan.
6. Cari tutorial pembunuhn dari medsos
AAB diduga kuat sudah merencanakan pembunuhan kepada MNZ. Karena dia sempat belajar cara membunuh orang melalui media sosial. "Iya sempat, belajar membunuh (di YouTube)," kata Nirwan.
Pelaku kemudian membawa pisau lipat di saku celananya. Meski begitu, pelaku terbilang melakukan aksinya masih amatir. "Nggak lama (belajar membunuhnya), dia hanya buka saja gimana caranya," jelas Nirwan.
7. Pelaku mengaku dihantui arwah korban
Setelah membunuh Zidan, AAB melancarkan aksinya mengambil barang-barang korban. Laptop, handphone, hingga kartu ATM dicurinya.
Pelaku rencananya akan menjual barang-barang korban. Namun, rencana itu belum terealisasi karena pelaku mengaku dibayangi arwah korban melalui mimpi.
"Niatnya ingin dijual, tapi belum sempat. Dia dikejar bayangan korban, jadi tidur itu mimpi, jadi belum sempat dijual," kata Nirwan.
Saat ditangkap, penyidik masih menemukan harta benda korban di tangan pelaku. Kini barang-barang itu sudah diamankan sebagai barang bukti. (jpc/riz)
Editor : Achmad RW