JOMBANG – Pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) Ishari millenial, sarung-songkok dan Sholawat Tibbil Qulub yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Jombang berlangsung sukses, Sabtu (29/7) pagi.
Kegiatan yang melibatkan 100.113 peserta secara tatap muka dan daring ini berhasil mengalahkan rekor MURI sebelumnya.
Ribuan peserta mulai berkumpul di Alun alun Jombang pukul 05.30. Siswa jenjang SD, SMP, SMA dan masyarakat umum datang dari berbagai penjuru.
Tampak hadir Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab, Wabup Sumrambah, jajaran Forkopimda, Sekdakab Agus Purnomo, Asisten Adiministrasi Umum Sekdaprov Jawa Timur Akhmad Jazuli dan seluruh tamu undangan.
Panas terik pagi tak menyurutkan semangat puluhan ribu peserta untuk memecahkan rekor MURI ini. Mengawali sambutannya, Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab mengatakan, ada tiga kegiatan yang dilaksanakan.
Mulai seni Rodat Ishari peserta terbanyak diikuti 37.816 pelajar se Kabupaten Jombang, kemudian mengenakan busana sarung dan songkok dengan peserta terbanyak 37.816 dan sholawat Tibbil Qulub dengan jumlah peserta terbanyak 100.113.
”Atas nama pribadi dan Pemkab Jombang kami mengapresiasi atas partisipasi semua pihak mulai dari peserta, panitia dari Dinas P dan K serta semua pihak yang terlibat. Kegiatan ini kita adakan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-113 Pemkab Jombang,’’ ujar dia.
Pada kesempatan ini Pemkab Jombang juga menerima lima penghargaan sekaligus. Selain tiga kegiatan tersebut, ada penyerahan piagam dari kegiatan tingkeban massal dan tari remo boletan dengan peserta terbanyak yang digelar tahun lalu.
”Harapan kami dengan kegiatan ini seluruh siswa di Jombang mendapatkan safaat dan barokah dari Allah SWT,’’ pungkasnya.
Sementara itu, Sri Widayati perwakilan MURI menyampaikan, pemecahan rekor MURI yang diprakarsai Pemkab Jombang itu berhasil mengalahkan pemecahan rekor sebelumnya.
Untuk pagelaran seni Rodat Ishari sebelumnya pernah dilaksanakan Pemkab Gresik Juni 2016 lalu dengan melibatkan 18.600 peserta.
Kemudian, pemecahan rekor MURI pemakaian sarung juga pernah digelar Pemkab Pasuruan 2015 lalu yang melibatkan 33.000 peserta, serta Pemkab Ngawi 2016 lalu yang melibatkan 55.658 peserta.
”Begitu juga untuk kegiatan pemecahan rekor MURI salawatan, kalau salawatan memang ada beberapa kategori misalnya salawat Nariah yang diikuti 30.000 peserta di Riau Oktober 2015, maulun Salawat Nabi dengan iringan angklung di Depok sebanyak 1000 peserta,’’ jelas dia.
Dengan begitu, kegiatan yang digelar Pemkab Jombang berhasil mengalahkan pemecahan rekor MURI sebelumnya.
”Kami menyampaikan selamat kepada Pemkab Jombang atas pemecahan rekor MURI ini. Semoga membawa semangat dan spirit baru bagi masyarakat Kabupaten Jombang,’’pungkasnya. (ang/bin/riz)
Editor : Achmad RW