JOMBANG – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menggelar sosialisasi penyakit kuning yang berkepanjangan (prolonged jaundice) dan kartu warna tinja untuk deteksi dini atresia bilier pada tenaga kesehatan di Puskesmas Dukuhklopo Kecamatan Peterongan, kemarin (27/7).
’’Kegiatan ini bagian dari bentuk pengabdian kami kepada masyarakat,’’ kata Dr dr Bagus Setyoboedi SpA(K), staf divisi Hepatologi Departemen/KSM Ilmu Kesehatan Anak FK Unair-RSUD Dr Soetomo Surabaya.
Melalui pengabdian Unair kepada masyarakat, diharapkan masyarakat luas bisa melakukan deteksi dini atresia bilier melalui warna tinja anak. Utamanya yang sedang terserang penyakit kuning lebih dari dua minggu.
Deteksi dini bisa dilakukan dengan menggunakan kartu warna tinja. Jika masyarakat bisa melakukan deteksi dini secara mandiri, pengobatan dan antisipasi bisa dilakukan lebih awal.
’’Pencegahan dini memiliki banyak manfaat. Diantaranya, pengobatan lebih awal, menekan biaya yang lebih besar karena penyakit masih bisa diatasi secara dini. Bahkan bisa menekan angka kematian dari kasus atresia bilier,’’ urai Bagus.
Sosialisasi dilakukan bersama IBI Kabupaten Jombang, serta seluruh pegawai Puskesmas Dukuhklopo. Diharapkan, informasi yang diberikan disampaikan kepada masyarakat luas.
’’Kami harap, peserta saling getok tular. Dalam satu kabupaten, setidaknya dua puskesmas kami beri sosialisasi. Selebihnya kami berharap informasi ini bisa dibagikan ke puskesmas yang lain,’’ ungkapnya. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW