Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Angka Nikah Dini di Jombang Masih Tinggi, Ini Buktinya

Wenny Rosalina • Senin, 24 Juli 2023 | 13:00 WIB
Ilustrasi pernikahan dini
Ilustrasi pernikahan dini

JOMBANG – Angka pernikahan dini di Kabupaten Jombang masih tinggi. Hingga Akhir Mei tahun ini, tercatat ada 306 pernikahan yang dilakukan perempuan usia di bawah 20 tahun atau sebesar 8,51 persen dari 3.596 pasangan yang melakukan perkawinan.

”Data itu baru sampai Mei, untuk Juni dan Juli masih belum lengkap,” kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKB-PPPA) Kabupaten Jombang dr Pudji Umbaran (19/7).

Tidak semua kasus pernikahan dini dilakukan dengan menggunakan surat dispensasi nikah. Yang usianya sudah di atas 19 tahun, tidak perlu menggunakan surat dispensasi nikah. ”Yang menggunakan surat dispensasi hanya untuk yang di bawah 19 tahun,” jelas Pudji.

Selain karena usianya di bawah 19 tahun, dispensasi nikah juga dilakukan jika pernikahan disebabkan kehamilan di luar nikah. Menurut Pudji, beberapa penyebab pernikahan dini salah satunya adalah faktor sosial ekonomi.

Juga tingkat kesadaran masyarakat tentang aturan usia pernikahan yang disarankan pemerintah minim.

”Saat ini terus kita sosialisasikan ke sekolah-sekolah agar anak-anak mengenal tentang kesehatan reporoduksi sejak dini, serta dampak yang timbul akibat salah pergaulan,” jelasnya.

Ditanya tentang warga yang menikah dengan usia di bawah 19 tahun atau dengan usia termuda, Pudji mengaku belum mengantongi data tersebut. ”Kami hanya mengumpulkan data secara umum dari KUA kecamatan saja,” jelasnya.

Pernikahan dini membawa banyak dampak negatif. Secara anatomi dan psikologi. perempuan belum siap, tetapi alat reproduksi sudah mulai matang.

Sehingga dampaknya dapat melahirkan bayi stunting, robeknya jalan lahir sehingga terjadi perdarahan yang berakibat kematian ibu.

”Juga gangguan psikologi ibu, seperti baby blues itu adalah salah satu dampak pernikahan dengan usia yang belum matang," katanya.

Pernikahan dini dengan usia psikologis yang belum matang dapat memicu munculnya perceraian. ”Pernikahan dini sangat memicu munculnya perceraian dengan segala akibatnya," pungkas Pudji. (wen/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#stunting #Jombang #nikah dini #perceraian