JOMBANG – Kondisi Terminal Kepuhsari kian merana. Sudah tidak ada lagi penumpang yang naik maupun turun di dalam terminal. Semakin hari, bus yang masuk terminal juga sangat jarang.
Pantauan di lokasi, hampir satu jam tak ada aktivitas mencolok di lokasi pemberhentian bus. Hanya beberapa orang sibuk bercengkrama.
Termasuk penarik ojek yang tengah mencari penumpang. Hanya ada dua orang yang turun dan kembali naik bus.
”Sekarang tambah parah, sudah jarang yang turun di sini (Terminal Kepuhsari, Red),” kata Alwi salah seorang pedagang asongan.
Menurutnya, tak ada perubahan signifikan di Terminal Kepuhsari. Setiap hari semakin sepi.
”Hanya bus kecil yang masuk, kalau bus besar hanya beberapa. Seperti jurusan ke Surabaya, untuk arah ke Jogjakarta langsung, nggak masuk terminal,” imbuh dia.
Sejak dikelola Pemprov Jawa Timur, tak banyak perubahan. Baik penumpang maupun bus yang masuk ke terminal. ”Dari Surabaya ke arah barat itu turunnya di depan (Jalan Gatot Subroto),” ujar Alwi.
Kondisi terminal yang sepi itu juga berdampak pada aktivitas jual beli. Terlebih, banyak pemilik kios di dalam terminal yang memilih tutup. Hanya ada beberapa yang masih mencoba bertahan.
”Di depan masih ada beberapa yang buka, seperti dekat tempat parkir sepeda motor,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang Budi Winarno, mengatakan sejak dikelola Pemprov Jawa Timur, kewenangan pengelolaan tidak lagi di daerah.
”Secara normatif manajemen untuk rekayasa lalu lintas ada di provinsi, jadi kita tidak memiliki kewajiban atau yang lain,” katanya.
Sampai saat ini, belum ada perkembangan lebih lanjut disampaikan provinsi ke pemkab. Utamanya bagi bus yang masuk ke terminal.
”Kewajiban masuk (terminal) sudah tidak ada, karena dulu masuk ada retribusi. Sekarang nggak ada lagi retribusi,” imbuh dia.
Ditambahkan, kondisi terminal semakin sepi karena rata-rata penumpang memilih turun atau naik di pinggir jalan nasional. ”Seperti di baratnya Tirta Wisata, lalu ada juga di Simpang Tiga dekat Undar,” pungkas Budi. (fid/bin/riz)
Editor : Achmad RW