JOMBANG - Kondisi sapi bantuan Kemendes PDTT di kandang di Desa Denanyar, Kecamatan Jombang yang kurus kering, diakui Direktur BUMDesma Abdul Rosyid. Ia menyebut, sudah berupaya merawat sapi dengan maksimal, meski hasilnya bertolak belakang.
Rosyod mengatakan, sapi yang sekarang berada di kandang merupakan hasil peremajaan beberapa waktu lalu. Tak ada perubahan ataupun penambahan jumlah sapi. Kecuali ayam rencana bakal ditambah 1.000 ekor. ”Untuk sapi masih sama seperti dulu,” katanya, Selasa (4/7).
Dijelaskan, sapi yang berada di kandang saat ini berjumlah delapan ekor. Semua merupakan sapi hasil peremajaan awal tahun atau sejak Januari lalu. ”Sekarang masih dirawat dengan betul, yang dikandang ya sapi yang dulu itu,” imbuh dia.
Dia tak menampik bila pemeliharaan sapi memang butuh tenaga ekstra. Sehingga untuk sementara, tidak kembali melakukan peremajaan atau menjual lagi seperti sebelumnya. ”Usianya berapa kurang tahu, pokoknya sekarang ada delapan ekor,” tutur Rosyid.
Berbeda dengan peternakan ayam yang akan ditambah populasinya. Rencananya, akan ditambah 1.000 ekor. Sehingga total nanti ada 1.500 ekor.
”Sementara nambah ayam saja, untuk sapi masih tetap karena sirkulasinya lama. Beda dengan ayam yang cepat,” ujar dia.
Menurutnya, penambahan jumlah ayam itu juga diikuti dengan perluasan tempat dan kandang. Saat ini sudah dibangun dan tinggal menunggu ayam datang. ”Sebelah utara itu kita tambahi, jadi ada tempatnya sendiri,” tutur Rosyid.
Perluasan kandang diambilkan dari anggaran bersumber dari pengelolaan BUMDesma. Sebab, tahun ini tidak menerima bantuan dari pemerintah pusat. ”Anggarannya dari pengelolaan BUMDesma, tidak ada tambahan lagi,” pungkasnya. (yan/bin/riz)
Editor : Achmad RW