Ada 11 tebu yang sudah dihias sedemikian rupa mengiringi prosesi buka giling PG Djombang Baru. Dua tebu paling depan dihiasi dengan janur. Layaknya temu manten, potongan tebu itu diarak dan diiringi salawat. Dibawa dari luar ke dalam gedung.
Dua potongan tebu itu secara simbolis diserahkan perwakilan petani H Jauri kepada GM PG Djombang Baru Wakhyu P Siswosumarto. Laiknya akad nikah, keduanya sembari mengucap kata-kata penyerahan. Seluruh tebu dari petani kemudian diserahkan ke jajaran direksi.
Turut hadir Kabid SDM PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Willy Mulyawan, Kepala Disnaker Jombang Priadi, Camat Jombang Sudiro Setiono, jajaran Forkopimcam, sejumlah tokoh masyarakat, petani tebu dan karyawan pabrik.
”Acara hari ini (kemarin) merupakan rangkaian panjang sejak giling 2022. Kami berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin,” kata GM PG Djombang Baru Wakhyu P Siswosumarto.
Dikatakan, prosesi buka giling dilaksanakan dengan sederhana. Berbeda dengan pabrik lain, butuh waktu panjang karena banyak serangkaian kegiatan yang harus dilakukan. ”Prosesi selamatan di sini sederhana, tapi kami yakin dengan kesederhanaan itu barokah Allah bisa diraih bersama,” imbuhnya.
Sebelum prosesi buka giling, pihaknya sudah melakukan tes di setiap mesin penggiling. ”Dan Alhamdulillah semua berjalan normal dan aman. Ini mencerminkan kesiapan kita untuk buka giling,” ujar Wakhyu.
Menurut dia, PG Djombang Baru merupakan pabrik terakhir yang tahun ini buka giling. Meski begitu, dia optimistis bisa memberi kontribusi positif. ”Saya yakin, dukungan dari petani punya story panjang, jadi pabrik ini layak dipertahankan,” tuturnya.
Buka giling akan dimulai pada 14 Juni nanti. Targetnya, menggiling 206.368 ton tebu dengan rendemen 7,29 persen. Menghasilkan 15.039 ton gula kristal putih (GKP) dengan tetes total 9.287 ton. ”Mudah-mudahan apa yang kita lakukan diberi kemudahan, dan kelancaran,” tegas dia.
Sementara itu, Kabid SDM PT SGN Willy Mulyawan mengatakan, PG Djombang Baru menjadi 1 dari 36 pabrik gula yang dikelola PT SGN sejak Oktober tahun lalu, masuk dalam proyek strategis nasional. ”Salah satu program untuk mendukung arahan pemerintah, kami sudah menjalankan kerjasama dengan berbagai pihak, seperti perbankan. Ini kami lakukan untuk memudahkan petani, keperluan pupuk dan pendanaan,” bebernya.
Dengan adanya buka giling ini pihak perusahaan diharapkan bisa memaksimalkan potensi yang diperoleh dan meminimalisir tebu yang keluar. ”Karena itu pabrik harus dalam kondisi prima. Sehingga bisa memberi hasil yang terbaik,” pungkas Willy. (fid/bin/riz) Editor : Achmad RW