Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jombang Haryo Purwono, menjelaskan hasil pemeriksaan kesehatan yang telah dilakukan beberapa waktu lalu, menyebut ada satu jamaah yang dinyatakan tidak istitaah atau dinyatakan belum memenuhi aspek kesehatan baik fisik maupun mental.
”Ya, ada satu jamaah karena memiliki riwayat penyakit kronis. Dan jamaah tersebut telah mengundurkan diri,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (6/6).
Ia menjelaskan, CJH yang mengikuti skrining kesehatan ada 1.131 orang. Jumlah itu meliputi, jamaah reguler, tim kesehatan, maupun jamaah yang mutasi masuk dan keluar. ”Pemeriksaan sudah kita lakukan di masing-masing puskesmas,’’ tambahnya.
Dia lantas merinci ada 514 jamaah yang dinyatakan istitaah, kemudian ada 610 jamaah dinyatakan istitaah dengan pendampingan obat, 6 jamaah tidak istitaah sementara dan satu jamaah tidak istitaah.
”Untuk 610 jamaah yang dinyatakan istitaah dengan pendampingan itu maksudnya dengan pendampingan obat. Bukan pendampingan anggota keluarga. Artinya selama melaksanakan ibadah haji di sana (Makkah, Red), mereka harus meminum obat sesuai secara terjadwal riwayat penyakit yang diderita,’’ terangnya.
Sementara, untuk jamaah yang masuk kategori tidak istitaah ada 6 orang. Sebagian besar adalah CJH lansia dan CJH yang sedang hamil. ”Terkait kategori ini artinya kesehatan mereka kita pantau sampai nanti menjelang keberangkatan 20 Juni. Kalau semakin membaik ya kita nyatakan istitaah,’’ pungkas Haryo. (ang/bin/riz) Editor : Achmad RW