Begitu tiba di rumah duka di Dusun Losari Krajan, Desa Losari, Kecamatan Ploso, Jumat (2/6) pagi kemarin, suasana duka masih sangat terlihat. Sepanjang gang masuk ke rumah Praka M Sugeng, banyak berjajar karangan bunga dari petinggi TNI baik pusat maupun daerah.
Sebuah tenda berdiri di samping rumah sederhana itu. Beberapa anggota keluarga terlihat sibuk menyiapkan kebutuhan selamatan. Sementara orang tua Praka M Sugeng terlihat sangat tegar. Ia sendiri yang menyiapkan teras bersama beberapa anggota keluarga lainnya, untuk mengaji bersama.
Meski begitu, ia memilih tidak berstatemen apapun terkait wafatnya sang anak saat menjalankan tugas. “Maaf mas, saya tidak bisa menerima tamu dari media manapun, sekali lagi saya mohon maaf,” ungkap Jarwo, orang tua M Sugeng saat ditemui di rumahnya.
Berdasar informasi yang diterima Jawa Pos Radar Jombang, Praka M Sugeng adalah salah satu anggota Satbravo 90. Ia gugur dalam tugasnya di Papua setelah terlibat kontak tembak dengan KKB. “Selamat pagi saya memberi kabar Losari Ploso sedang berduka, salah satu anggota AU gugur dalam tugas di Papua,” tulis pesan salah seorang sumber ke nomor redaksi, (30/5) pagi, dengan menyertakan nama Praka M Sugeng lengkap dengan foto.
Gugurnya Praka M Sugeng dibenarkan salah satu tetangga yang juga enggan disebutkan namanya. Ia menyebut, jenazah Praka M Sugeng telah diserahkan kepada keluarga sehari setelah gugur. “Rabu (30/5) habis isya itu diserahkan dari kesatuan langsung ke rumah duka, beberapa pejabat tinggi TNI juga ada dan langsung dikebumikan,” ungkap sumber terpercaya tersebut.
M Sugeng disebut memang warga asli Desa Losari dan berdinas cukup lama di TNI AU. “Posisinya juga sudah berkeluarga, dan memang lebih banyak pulang ke rumah istrinya di luar Jombang setelah menikah,” tambahnya.
Sebagaimana dikutip dari Jawapos.com, kontak senjata terjadi antara aparat keamanan dengan KKB di Kampung Nogoloit, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, (29/5) malam. Aksi kontak tembak itu membuat sejumlah warga kampung minta diungsikan menuju Kenyam, ibu kota Kabupaten Nduga.
"Memang benar Senin (29/5) malam warga di kampung Nogoloit terpaksa mengungsi karena takut setelah KKB pimpinan Yotam Buriangge melakukan penembakan," kata Kapolres Nduga AKBP Rio Alexander Penelewen.
Ia mengatakan KKB, pimpinan Yotam sejak Senin (29/5) melakukan aksi penembakan hingga terjadi kontak tembak dengan anggota TNI dan Polri. Warga yang berada di sekitar lokasi sontak ketakutan sehingga minta bantuan untuk dievakuasi ke Kenyam. Mereka sudah dimukimkan sementara di Gereja Siloam.
Bantuan logistik juga sudah diserahkan kepada para pengungsi. Untuk mencegah gangguan keamanan KKB pimpinan Yotam semakin luas, pihaknya akan melakukan penegakan hukum secara berkelanjutan. (riz/bin/riz) Editor : Achmad RW