Direktur CV Satu Jaya Trenggalek Agung Andy menyampaikan sudah ada surat dari Pemkab Jombang terkait perbaikan kerusakan di beberapa titik bangunan pasar pon. Hingga sekarang penanganan belum dilakukan. ”Ya sudah ada, untuk perbaikan menjadi kewajiban kami,” katanya saat dikonfirmasi, kemarin (7/4).
Sejauh ini, pihaknya memang masih memiliki kewajiban melakukan pemeliharaan. Segala perbaikan menjadi tanggungjawabnya. Meski demikian, dia belum berani memastikan kapan perbaikan akan dimulai. Sebelum atau setelah lebaran, atau menjelang pasar pon digunakan para pedagang berjualan.
”Tetap kami usahakan, tapi pencairan dari pemda belum 100 persen. Karena kemarin akan dimasukkan di P-APBD,” imbuh dia. Dari nilai keseluruhan proyek yang dianggarkan sebesar Rp 3,9 miliar, menurut Agung, sampai sekarang yang belum dibayarkan cukup besar mencapai Rp 1,7 miliar.
Kendati demikian, pihaknya juga belum membayar denda atas pengerjaan proyek yang molor. Termasuk besaran denda yang harus dibayarkan. ”Untuk denda biasanya dibayarkan ketika mau pencairan atau include, berapa dendanya langsung konfirmasi ke pemda saja,” pungkas Agung.
Seperti diberitakan sebelumnya, temuan kerusakan bangunan Pasar Pon Jombang terus bermunculan. Kali ini yang terlihat, di setiap hujan datang, muncul bocoran pada talang. Khususnya di pinggir kanan dan kiri bangunan. Air bahkan masih mengucur deras dari atas talang.
Padahal, Pasar Pon ini dirombak tahun lalu dengan menghabiskan anggaran Rp 3,9 miliar. Dibangun 72 kios, 7 toko serta 20 kios cadangan. Selain itu ada 75 tempat untuk lesehan. Namun dalam pengerjaan proyek molor. Pekerjaan yang seharusnya selesai sesuai kontrak 16 Desember 2022, diberikan addendum hingga 3 Februari 2023. (fid/bin/riz) Editor : Achmad RW