Seperti diberitakan JawaPos.com (1/4), Sabriansyah yang sedang berada di lokasi didatangi oleh sekelompok orang yang diduga berjumlah belasan. Salah satu pelaku lalu menembakan senjata api kurang lebih 5 kali ke arah korban, bahkan juga melukai Sabriansyah dengan senjata tajam di bagian leher dan kepala.
Atas kejadian tersebut, korban lalu dibawa ke RS. Bhayangkara untuk dilakukan autopsi. Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Andi Rian Djajadi sudah memerintahkan Polres Banjar untukmengusu kasus ini.
Andi Rian mengatakan, kejadian pembunuhan terhadap Sabriansyah ini terjadi pada Rabu,(29/3). Polisi sudah mengamankan salah satu pelaku pembunuhan ini. Anggota Polres Banjar di lokasi pembunuhan Sabriansyah.
“Kami yakin pelaku tidak satu orang saja, karena dugaan kami masih ada dua pelaku lagi, dan sekarang masih dalam pencarian. Saya harap supaya bisa menyerahkan diri,” kata Andi dalam keterangan yang diterima.
Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku yang sudah ditangkap, Andi menuturkan, mereka membunuh Sabriansyah atas perintah oleh seorang petinggi di PT JGA. Atas hal ini, Andi menuturkan bahwa pihaknya akan memanggil perwakilan dari perusahaan yang bersangkutan. “Kami akan panggil dari pihak JGA untuk dimintai keterangannya,” ungkap Andi.
Soal motif pembunuhan Sabriansyah, Andi mengatakan bahwa polisi menduga bahwa kasus ini berkaitan dengan sengketa tanah yang sedang terjadi di lokasi.
Andi Rian juga membenarkan ada luka tembak di bagian kepala Sabriansyah, di mana pelurunya sedang diuji balistik.
“Setiap tindakan kriminal harus diusut hingga tuntas, supaya memenuhi rasa keadilan di masyarakat,” tandasnya. (jpc/riz) Editor : Achmad RW