Dalam sambutannya, Bupati Mundjidah Wahab mengapresiasi kegiatan tanam pohon. ”Saya menyambut baik dan mendukung gerakan penanaman pohon di desa. Kita pemerintah daerah siap mendukung program Kementerian Desa PDTT,” katanya.
Ditambahkan Mundjidah, untuk mewujudkan desa asri diupayakan dengan menjaga kelestarian alam, terutama menjaga fungsi pepohonan. Di antaranya mempunyai fungsi klimatologi, fungsi protektif, fungsi higienis, fungsi hidrologis, fungsi erologis, fungsi edhapis, fungsi estetis, fungsi psikis, fungsi edukatif, fungsi ekologis dan fungsi sosial ekonomi. ”Semakin menjamurnya bangunan gedung, kendaraan secara otomatis mempengaruhi temperatur udara sehingga menimbulkan polusi udara. Kemudian terjadilah pemanasan global yang menyebabkan perubahan iklim,” bebernya.
Karena adanya perubahan iklim tersebut, lanjut bupati, ada bagian bumi yang curah hujannya berlebihan, ada pula yang kurang. Kenaikan curah hujan akan meningkatkan frekuensi dan intensitas banjir. ”Makin banyak erosi, serta makin banyaknya tanah longsor. Selain itu juga kekeringan yang panjang dan fluktuasi musim yang semakin sulit diprediksi akan mengancam ketersediaan pangan dan air sehingga rawan terjadinya kekurangan pangan dan kelaparan,” bebernya.
Ditambahkan Mundjidah, salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi efek pemanasan global dan perubahan iklim dengan memperbanyak pohon. ”Mari kita bersinergi, berbagi peran untuk meredam kerusakan-kerusakan itu, menjaga bumi kita agar tetap asri,” katanya.
Bupati menegaskan, untuk menyukseskan program pemerintah pusat, penanaman pohon ini diikuti seluruh desa se Kabupaten Jombang dengan harapan pohon yang ditanam nantinya bisa menjadi pelindung dan mengurangi risiko terjadinya bencana. ”Kegiatan penanaman pohon ini juga merupakan bentuk kepeduliaan dan kecintaan bersama dalam menjaga bumi. Apabila kelestarian lingkungan yang ada di bumi tetap terjaga dengan baik, nantinya akan memberi manfaat bagi kehidupan manusia,” pungkasnya.
Kepala DPMD Jombang Sholahuddin Hadi Sucipto mengatakan, kegiatan tanam 30.600 pohon merupakan bagian dari perayaan Hari Desa Asri Nusantara 2023 di seluruh Indonesia. ”Jadi kegiatan ini serentak di 302 desa,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.
Dirinya menambahkan, bibit-bibit tersebut, sebagian didapatkan dari CSR dan dari masing-masing desa yang ada di Kabupaten Jombang. Khusus untuk kegiatan di Waduk Sumbergondang sebanyak 1.000 bibit. Mulai jenis pohon keras juga bibit pohon buah seperti kelengkeng, alpukat dan matoa. ”Kegiatan ini juga untuk mewujudkan desa asri yang bersih, hijau dan jauh dari pencemaran lingkungan ,” katanya.
Selain itu, hal ini juga untuk meningkatkan kepedulian masyarakat untuk memperhatikan lingkungan. ”Dengan begitu juga meminimalisir terjadinya bencana alam. Karena lingkungan sekitar desa terjaga,” pungkasnya. (yan/naz/riz) Editor : Achmad RW