Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Wapres RI Dorong Kemandirian Ekonomi Umat Lewat GWI

Achmad RW • Kamis, 16 Maret 2023 | 13:50 WIB
Wakil Presiden RI KH Ma
Wakil Presiden RI KH Ma
JOMBANG – Gerakan Wakaf Indonesia (GWI) diharapkan bisa mendorong kemandirian ekonomi umat. Sekaligus bisa mengentaskan kemiskinan di tanah air. Karena itu Wakil Presiden (Wapres) RI, KH Ma’ruf Amin dalam lawatannya di SMA Trensains Tebuireng Jombang, kemarin (15/3) siang, mendorong pengelolaan wakaf terus dikembangkan.

”Waktu saya masih menjadi Ketua MUI, saya sudah mendorong supaya wakaf dikembangkan. Badan wakaf itu harus betul-betul menggerakkan,’’ ujarnya saat peluncuran GWI di SMA Trensains Tebuireng Desa Jombok, Kecamatan Ngoro.

Wapres juga mengatakan, pemerintah komitmen dalam pengembangan wakaf. Di antaranya membentuk Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) yang diketuai Presiden Joko Widodo serta membentuk gerakan Wakaf Tunai di Istana Negara. ”Salah satu sasaran dibentuknya KNEKS adalah pengembangan wakaf,’’ tambahnya.

Pihaknya ingin, gerakan wakaf juga dikembangkan di masing-masing daerah. Salah satunya membentuk Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah yang ada di masing-masing daerah di Indonesia. ”Sekarang ada 12 provinsi yang sudah mulai membentuk Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah. Nantinya diharapkan KDEKS dapat menggerakkan keuangan ekonomi syariah,’’ tegas Ma’ruf.

Kehadiran Wapres Ma’ruf Amin didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ketua Pelaksana Badan Wakaf Indonesia Mohammad Nuh, Bupati Mundjidah Wahab dan Pengasuh Ponpes Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz. Kegiatan peluncuran GWI dilakukan di SMA Trensains Tebuireng karena lahannya merupakan wakaf dari KH Hasyim Asy’ari untuk kegiatan pendidikan 1934 silam.

Pada kesempatan itu KH Abdul Hakim Mahfudz mengatakan, latar belakang diluncurkannya Gerakan Wakaf Indonesia adalah agar pengelolaan wakaf semakin tertata. ”Artinya wadah untuk pengelolaan wakaf yang lebih baik. Dengan pengelolaan yang baik dan lebih transparan diharapkan dapat memberikan pemanfaatan optimal,’’ ujar dia.

Dengan danya pengelolaan wakaf yang baik, tentu bisa memberi manfaat baik untuk umat maupun pemberi wakaf. “Sehingga orang yang mewakafkan bisa mendapat amal jariyah yang tak terputus,” tegasnya.

Menurut dia, wakaf memiliki potensi cukup besar. Untuk itu harus disata secara optimal mulai dari pengelolaan, sistem maupun administrasinya. Tujuannya, untuk peningkatan ekonomi umat. “Terutama bagi umat yang memiliki kelebihan harta bisa berbagi dengan yang lain,’’ terang pria yang akrab disapa Gus Kikin ini.

Sebelum ada GWI, lanjutnya, kegiatan wakaf di Indonesia sudah ada dan banyak dilakukan. Namun hal itu belum terkelola dengan baik dari sebuah lembaga resmi. ”Nah sekarang kan ada lembaga yang dikelola dengan sistem manajemen, makin lama ditingkatkan supaya yang memberikan wakaf kepercayaan meningkat,’’ tandasnya.

Dalam lawatannya ke Jombang, Wapres KH Ma'ruf Amin juga berkunjung ke Ponpes Hamalatul Qur'an Putri 1 Jogoroto untuk menghadiri Wisuda Hafidhoh ke-5. Selain itu, sore harinya, setelah ramah tamah di Pendopo Kabupaten Jombang, Wapres berkunjung ke Ponpes Tambakberas untuk menghadiri Wisuda ke IX Institut Agama Islam Bani Fattah Tambakberas. (ang/bin/riz) Editor : Achmad RW
#wapres RI #denanyar #Tambakberas #Mojowarno #Jombang #Kota Santri #durian #Gus Dur #Kunjungan #Megaluh #tembelang #diwek #Ringin contong #Rejoso #tebuireng #Ma'ruf Amin #makam gus dur #Trensains #Wonosalam