“Kalau saya sebenarnya wajar ya, karena Pak Erick ini dipasang sebagai ketua panitia. Maka, kalau sekadar mengucapkan selamat datang kepada warga nahdliyin yang datang ke Sidoarjo untuk memperingati satu abad, saya pikir wajar,” ujar Gus Fahmi, Kamis (2/2).
Dia pun melihat baliho Erick Thohir yang tersebar di beberapa titik di Surabaya tidak mengandung muatan politik. Menurutnya wajar jika masyarakat ikut bereuforia menyambut Erick Thohir.
“Saya melihat tulisan yang di baliho itu sebenarnya tidak ada yang bermasalah, ya artinya wajar lah, dan nggak ada tendensi politik dan sebagainya, toh Pak Erick ini juga bukan anggota parpol, murni birokrat, murni pengusaha,” ucapnya.
Jadi, menurut dia, sebenarnya tidak ada masalah dalam pemasangan baliho tersebut. Kendati demikian, menurut dia, wajar juga jika ada kekhawatiran dari Wakil Ketua PWNU AS atau GS menjelang Pilpres 2024.
“Saya pikir untuk saat sekarang ini, Pak Erick sebagai ketua panitia peringatan satu abad. Jadi wajar kalau kemudian dia bikin baliho mengucapkan selamat datang itu. Soal ditafsirkan macam-macam ya itu tergantung yang menafsiri saja saya kira,” kata Gus Fahmi.
Dia pun mengimbau kepada seluruh warga nahdliyin untuk datang ke Resepsi Puncak Peringatan Harlah Satu Abad NU. Karena, menurut Gus Fahmi, momentum Harlah Satu Abad NU ini mungkin hanya bisa disaksikan satu kali seumur hidup.
“Mari kita sukseskan satu abad NU ini, khususnya kepada warga nahdliyin dengan berbondong-bondong untuk hadir ke Sidoarjo. Karena, mungkin momen ini kita hanya punya keempatan satu kali ini,” ucapnya.
“Maka jadikanlah momen ini untuk mempersatukan warga NU, tanpa tendensi politik, tanpa kepentingan politik. Silakan semua datang, syukur-syukur pakai baju yang putih, pakai baju yang netral, tidak membawa atribut-atribut selain atribut NU,” ujarnya. (*/bin/riz) Editor : Achmad RW