’’Saya murojaah ketika salat, satu hari satu juz. Saya selalu membaca Alquran dengan tartil, jadi kurang lebih dua jam,’’ ungkap ibu dari Muhammad Adlan Aly Ma’shum ini.
Hafidzah asal Tebuireng Gang 5 RT 04 RW 10 Desa Cukir, Kecamatan Diwek ini memiliki pengalaman yang luas di MTQ. Mulai tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.
Putri pasangan Utsman Rochim dan Mastufah Nahari ini pernah menjadi juara 2 hafalan (MHQ) 30 juz tingkat Jawa Timur di Surabaya 2013. Juara 1 tafsir Bahasa Indonesia tingkat Jawa timur di Pasuruan 2017. Juara 1 tafsir Bahasa Inggris tingkat provinsi di Pamekasan 2021. Juara 1 MHQ 30 juz tingkat nasional di MTQ nasional Batam 2014. Juara 1 cabang tafsir Bahasa Indonesia tingkat nasional di MTQ nasional Medan 2018.
Ia juga pernah meraih juara 2 MHQ 30 juz tingkat nasional di Kedutaan Saudi Arabia di Jakarta 2019. Juga juara 4 MHQ 30 juz tingkat internasional di Teheran Iran 2019. Dan yang terbaru, Ummu Habibah berhasil meraih Juara 1 cabang tafsir Bahasa Inggris tingkat nasional di MTQN Banjarmasin 13-19 Oktober 2022.
Untuk persiapan MTQN Banjarmasin, ia memastikan hafalannya benar-benar mutqin (kuat dan lancar). Ia juga mempersiapkan tafsir satu juz Alquran yang dilombakan, yaitu mufradat, munasabah, asbabun nuzul, muradul ayat, dan pelajaran yang bisa diambil dari ayat-ayat tersebut. ’’Persiapan itu saya lakukan karena mengikuti cabang lomba di bidang tahfidz dan tafsir,’’ kata alumnus MTs dan MA Perguruan Mu'allimat Cukir dan Unhasy Tebuireng tersebut.
Ia yang sudah menjadi istri, ibu dan guru di MTs Perguruan Mu'allimat Cukir mengaku harus memiliki kesepakatan dengan suaminya, Zainuddin. Khususnya untuk membagi waktu, kapan harus murajaah, belajar tafsir, mengurus keluarga dan mengajar.
Ia persiapan selama enam bulan. Dalam satu bulan pembinaan dua kali. Sekali pembinaan harus karantina selama lima hari. Menurutnya, semua orang bisa memahami Alquran. Syaratnya, bacaan Alquran harus lancar. Serta mempelajari nahwu-shorof. Jika kedua hal itu sudah dikuasai, maka baru mulai menghafal Alquran. Karena dengan bacaan Alquran yang benar dan pemahaman ilmu Alquran yang bagus akan mempermudah menghafal dan memahami Alquran.
Sebagai peraih juara 1, ia mendapatkan hadiah uang pembinaan dari MTQN dan dari Gubernur Jawa Timur. Sementara dari Bupati Jombang, ia mendapatkan hadiah umrah. ’’Uang pembinaan rencananya untuk biaya pendidikan dan kebutuhan keluarga,’’ ucap wanita kelahiran Jombang 14 Agustus 1991. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW