Durian musang king adalah varietas durian paling populer di Malaysia dan Singapura. Durian yang dikenal dengan kombinasi rasa manis dan pahit yang berbeda dengan durian lokal ini sudah dibudidayakan petani Wonosalam sejak lama.
Salah satu petani yang sukses membudidayakan durian musang king adalah Mushir, 40. Pria yang juga pengelola kebun durian Wonosalam di Dusun Segunung, Desa Carangwulung sudah mengembangkan durian musang king sejak sekitar 10 tahun silam. ”Durian jenis ini asalnya dari Malaysia. Sekitar 10 tahun lalu kami tanam dengan cara stek batang dengan durian lokal,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Pada umur empat tahun, pohon durian musang king hasil stek batang ini berbuah untuk untuk kali pertamanya. Waktu itu, hasilnya kurang maksimal lantaran belum dirawat dengan benar. ”Namun, setelah kami rawat dengan maksimal, dengan pemberian pupuk organik dan tambahan pupuk anorganik sesuai fase pertumbuhannya, hasilnya sangat memuaskan,” papar dia.
Durian musang king Wonosalam memiliki ciri khas yang menjadi pembeda dengan jenis durian lokal lainnya. Dari kulit luar terlihat memiliki duri yang rata. Tidak terlalu besar laiknya durian montong, atau terlalu kecil seperti durian mrica. ”Pada bagian bawah durian musang king selalu membentuk pola bintang. Ini ciri khas utamanya,” tambahnya.
Ketika dibuka, daging durian ini cukup menggoda. Yakni memiliki warna kuning seperti kunyit. Kemudian tekstur dagingnya basah. Durian musang king memiliki daging tebal serta biji yang kecil. ”Saat digigit rasanya begitu kaya. Perpaduan manis, legit, lumer dan creamynya pas. Apalagi saat ditanam di Wonosalam, ada rasa pahitnya lebih kuat,” papar dia.
Menurut dia, iklim dan kandungan nutrisi tanah di bumi Wonosalam sangat cocok untuk ditanami durian. ”Musang king di Wonosalam paling gampang tumbuh dan berbuah. Tingkat ketinggian meter di atas permukaan laut (mdpl)-nya juga cocok,” papar dia.
Durian musang king di daerah asalnya baru dapat dipanen diumur tiga tahun. Namun di Wonosalam, sudah berbuah di umur 20 bulan. ”Bisa lebih cepat tumbuh dan berbuah di sini,” pungkasnya.
Harga Lebih Mahal, Pembeli Harus Inden
SEMENTARA itu, untuk dapat menikmati durian musang king Wonosalam, pecinta durian harus siap merogoh kocek cukup dalam. Sebab, harga jual durian ini mengacu harga standar nasional, di mana per kilogramnya dibanderol Rp 325 ribu. Bahkan, untuk dapat menikmati musang king pembeli harus pesan jauh-jauh hari.
”Harga jual kita mengikuti harga standar nasional, yakni Rp 325 ribu per kilogramnya,’’ ujar Mushir, 40, pengelola kebun durian Wonosalam.
Di Jakarta, rata-rata durian musang king asli Malaysia dijual Rp 385 ribu per kg. Bahkan, salah satu gerai di Surabaya ada yang menjual mulai Rp 685 ribu hingga Rp 1 juta. ”Namun kami standar Rp 325 ribu,” jelas dia.
Meski memiliki harga jual lebih mahal dari durian lokal lainnya, durian musang king Wonosalam tak pernah sepi pembeli. Tidak hanya dari warga lokal Jombang, peminatnya banyak dari luar daerah. ”Yang pesan rata-rata sudah inden tahun lalu. Mulai dari Solo, Surabaya, Sidoarjo dan kota kota lain,’’ imbuhnya.
Tidak hanya itu, selama ini respons dari para pembeli juga positif. ”Mereka puas, tidak kecewa karena rasanya memang terjamin,” singkatnya. (ang/naz/riz) Editor : Achmad RW