’’Saya kuliah di Jakarta. Jadi PP dari Jakarta ke Malang untuk pembinaan,’’ ungkap mahasiswa baru UIN Syarif Hidayatullah jurusan Ilmu Alquran dan Tafsir ini.
Persiapan dilakukan sejak Februari. Satu kali pembinaan, biasanya akan berlangsung selama empat hari. "Alhamdulillah semua biaya transportasi ditanggung Pemprov Jatim, karena saya mewakili Jawa Timur,’’ katanya.
Beruntungnya, di meja final tim Jawa Timur berhasil menang juara satu, mengalahkan Sumatera Selatan dan Riau. Atas prestasinya, ia mendapatkan hadiah umrah dari Pemkab Jombang. Ia juga mendapatkan hadiah uang tunai dari Pemprov Jatim. ’’Kata Pemkab Jombang hadiahnya nanti berangkat umrah bulan Desember 2023. Tapi kok kabar terakhir mau diuangkan, saya berharap jangan diuangkan, umrah saja,’’ harapnya.
Alif mengikuti lomba pertamanya saat duduk di kelas 3 MTs Madrasatul Quran Tebuireng. Saat itu, ia dicomot Kabupaten Tuban untuk mengikuti lomba tingkat provinsi 2019. Kebetulan, saat itu, Tuban tuan rumah MTQ Jatim. ’’Padahal sebelumnya saya tidak punya pengalaman ikut MFQ. Tiba-tiba pihak Tuban datang ke Jombang dan menunjuk saya,’’ kata mahasiswa kelahiran 29 Oktober 2003 ini.
Ia mengikuti pembinaan dengan serius sebelum lomba digelar. Usahanya membuahkan hasil, Alif berhasil meraih juara tiga. Sejak itu, ia jadi sering ikut lomba. Ia pernah empat kali ikut lomba tingkat nasional. Keempatnya berhasil menjadi juara. Lomba di Universitas Brwaijaya Malang 2021, ia juara satu. Di tahun yang sama, ia ikut lomba di Universitas Negeri Malang dapat juara tiga.
Setelah itu di Kalimantan Selatan, Oktober lalu, juara satu. Dan November lalu, ia ikut lomba tingkat nasional di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan kembali menjadi juara satu. ’’Yang resmi diselenggarakan pemerintah hanya yang di Kalimantan Selatan itu, sisanya bukan,’’ kata sulung empat bersaudara dari pasangan Moh Muhsin dan Munawaroh ini.
Alif sudah aktif mengikuti lomba sejak masih duduk di MIN 1 Jombang. Namun MTQ, tapi lomba Bahasa Inggris. Ia mengaku ingin banting setir MTQ di cabang lomba tafsir Bahasa Inggris. ’’Tapi sampai sekarang belum kesampaian, karena mau banting setir agak susah,’’ katanya.
Alif mulai belajar mengaji sejak TK. Kelas 4 MI, ia sudah mulai lancar membaca Alquran. Ia kemudian nyantri di Madrasatul Quran (MQ) Tebuireng, dan menghafalkan Alquran 30 juz. ’’Alhamdulillah sekarang sudah hafal,’’ ujarnya. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW