Ini Bentuk Komitmen BPS Jatim Sukseskan Sensus Pertanian 2023

Achmad RW • Dipublikasikan Jumat, 16 Desember 2022 | 14:35 WIB
Kegiatan Workshop untuk wartawan yang diselenggarakan BPS Jatim di Malang
Kegiatan Workshop untuk wartawan yang diselenggarakan BPS Jatim di Malang
MALANG, JP Radar Jombang - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur berkomitmen menyukseskan Sensus Pertanian (St) 2023. Sensus dimulai Mei mendatang dengan melibatkan 56.247 petugas. Ada tujuh subsektor yang akan dilakukan sensus.

Kepala BPS Jawa Timur Dadang Hardiwan mengatakan, sensus pertanian merupakan sensus ketujuh yang akan dilakukan sejak Indonesia merdeka. Masing-masing pada 1963,1973, 1983, 1993, 2003 dan 2013. "Jadi St ini merupakan amanah UU 16/1997 tentang Statistik,” kata Dadang usai membuka Workshop Wartawan Publisitas St 2023 di Harris Hotel and Convention Malang, Selasa (13/12).

Dijelaskan, dalam UU itu ada tiga sensus yang harus dilakukan BPS. Masing-masing sensus penduduk, sensus pertanian, dan ekonomi. Sensus pertanian kali ini mengacu standar internasional, yakni Wca (World programme for the census of agricultur). "Selain menjadi amanah UU sensus pertanian tahun depan kita laksanakan untuk melakukan kajian menggunakan referensi secara internasional, karena negara lain juga melaksanakan sensus pertanian," imbuh dia.

Ada tujuh subsektor yang akan dilakukan sensus. Di antaranya sektor tanaman pangan, holtikultura, peternakan, perikanan, kehutanan hingga jasa pertanian. "Tentunya seluruh kabupaten atau kota di Jawa Timur akan melakukan pendataan," ujar Dadang.

Menurut dia, sekecil apa pun daerah itu tetap dilakukan pendataan. Karena tujuan sensus dilaksanakan sebagai upaya memotret kondisi pertanian di Jawa Timur. "Misalnya di Surabaya apakah bisa? Lalu peternakan di Madura dan holtikultura di Malang bagaimana? Ini harus didata sekecil apa pun itu," tutur dia.

Dikatakan, dalam sensus itu akan menerjunkan hingga ribuan petugas. Mereka akan menyebar di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. "Jadi ada 56.078 petugas untuk pencacah Utp (Usaha pertanian perorangan) dan 169 petugas TF (Tark Force) Upb (Usaha perusahaan pertanian berbadan hukum) Utl (Usaha pertanian lainnya)," ujar Dadang.

Dari data itu, lanjut Dadang, nantinya akan menjadi pijakan bagi pemerintah pusat sebelum mengambil kebijakan. Sehingga diharapkan sensus tahun depan berjalan lancar. "Harapan kami seluruh masyarakat tahu. Karena dengan data ini pemerintah bisa mengambil kebijakan apa yang menjadi problem bisa teratasi,” kata Dadang.

Agenda itu mengusung tema Pemantapan Strategi Publisitas Sensus Pertanian 2023 di Kabupaten/Kota dan Teknik videografi. Workshop juga diikuti puluhan wartawan dari berbagai media di Jawa Timur. (fid/naz/riz) Editor : Achmad RW
2023 BPS Jatim Workshop Survey Pertanian malang Jatim wartawan