"Bagi korban dan anggota keluarga yang trauma ada pendampingan," kata Mensos Risma saat mengunjungi keluarga korban tragedi Kanjuruhan, Sabtu (15/10).
Selain menyampaikan belasungkawa, ia juga menyalurkan santunan kepada keluarga Muhamad Irsyad Arjuned asal Dusun Mernung Lor, Desa Sumbernongko, Kecamatan Ngusikan yang menjadi korban tragedi Kanjuruhan.
Selain menyampaikan belasungkawa, ia juga menyampaikan santunan kepada korban tragedi Kanjuruhan dari luar daerah, seperti Gresik dan Surabaya. Dalam kesempatan itu, Risma menemui anggota keluarga Irsyad dan menyampaikan belasungkawa. "Sebelumnya saya dari Pasuruan, Jember, Probolinggo dan setelah ini Malang yang masih terisa. Mudah-mudahan hari ini tuntas," ujarnya kepada sejumlah wartawan di lokasi.
Risma mengatakan, sudah ada 141 korban meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan. Namun data ini terus bergerak. Sesuai aturan yang ada, Risma menyalurkan bantuan kepada korban dalam beberapa kategori. Misalnya, untuk korban meninggal dunia diberikan Rp 15 juta, luka berat Rp 5 juta dan luka ringan Rp 2 juta.
Risma berpesan, keluarga yang ditinggalkan tetap tabah dan sabar. Pihaknya akan memberi perhatian terhadap keluarga korban yang ditinggalkan. Misalnya, bagi anak yatim yang ditinggal orangtuanya akan dimasukkan ke dalam penerima bantuan sosial anak yatim. "Karena tadi ada yang seperti itu," tegasnya.
Sementara itu, Kesi irnawati, 48, ibu Muhamad Irsyad Arjuned menjelaskan ada tiga anggota keluarganya yang menjadi korban tragedi Kanjuruhan. Meliputi anak sulungnya, dua sepupu dari Malang dan Tulungagung. "Pemerintah sudah berempati terhadap keluarga kita. Jadi harus diusut tuntas. Mungkin ke pihak-pihak terkait," ujar dia.
Dalam analisanya, secara pribadi menganggap tragedi Kanjuruhan adalah musibah dan tidak ingin menuntut siapapun termasuk pihak penyelenggara. "Karena ini namanya musibah dan kita tidak bisa menentukan. Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi ke depan," pungkasnya. (ang/bin/riz)
Editor : Achmad RW