”Dari pekerjaan rehab tanggul, ada beberapa permasalahan yang ada di lapangan dengan masyarakat, utamanya soal dampak debu juga beberapa bangunan yang rusak terdampak pemancangan,” ungkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai I BBWS Brantas Harri Pranowo, Rabu (12/10) kemarin.
Harri menegaskan, usai menerima pengaduan dari warga, pihaknya langsung menindaklanjuti. Untuk dampak debu misalnya, Harri menyebut telah melakukan penyiraman di seluruh jalur yang dinilai menimbulkan debu. ”Penyiraman kita lakukan tiga kali setiap hari, sehingga dampak debu bisa ditekan,” lontarnya.
Selain itu, kepada sejumlah masyarakat yang mengeluhkan adanya dampak tembok rumah yang retak saat kegiatan pemancangan CCSP, juga sudah teratasi dengan baik.
Pihak kontraktor sudah mendata seluruh rumah dan bangunan yang terdampak. ”Ada sekitar 20 bangunan yang terdampak. Untuk penanganannya, ada rumah yang kita perbaiki, ada pula yang diberikan kompensasi. Besaran sesuai tingkat kerusakan,” pungkasnya. (riz/naz/riz)
Editor : Achmad RW