”Sampai hari ini, progres kita sudah sangat menggembirakan. Pekerjaan sudah masuk angka 98 persen, tinggal 2 persen dan kita sangat optimistis rampung sebelum deadline akhir tanggal 18 Oktober 2022,” terang Harri Pranowo, PPK Sungai dan Pantai I, BBWS Brantas (12/10) kemarin.
Dengan progres yang sudah 98 persen itu, Harri menyebut seluruh pekerjaan utama sudah rampung. Baik pemasangan Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) maupun pekerjaan beton seluruhnya sudah rampung 100 persen. ”Untuk 2 persen tersisa ini, kita kerjakan pekerjaan tanah, baik pemadatan tanah maupun penanaman rumput agar nanti tanggul kembali hijau,” lontarnya.
Proses uji coba, lanjut Harri, sudah langsung dilakukan secara usai CCSP selesai. Sepekan terakhir, hujan deras membuat aliran Sungai Brantas kembali naik. Namun, hingga kemarin, tak ada lagi ditemukan titik rembesan air seperti kondisi tahun lalu di sepanjang 330 meter tanggul baru itu. ”Elevasi air sungai Brantas sudah naik ke 26 meter, kita gunakan sekalian untuk running atau uji coba. Terbukti, dengan 28,7 meter pasangan CCSP kita dan top tanggul 31 meter, tak ada lagi rembesan,” bebernya.
Dengan adanya perbaikan dan perkuatan tanggul, kondisi tanggul yang dulunya kritis, kini makin kuat dengan pemasangan beton dan CCSP. ”Ini untuk mengantisipasi adanya groundsill tepat di hulu tanggul ini yang berpotensi membuat gelombang, sehingga kita perkuat,” tambahnya.
Ketinggian dan lebar atas tanggul, juga diperbaiki sebagaimana kondisi awalnya. Saat tanggul masih kritis, lebar atas tanggul ini hanya tersisa 3 meter saja. ”Namun degan perbaikan ini kita kembalikan jadi 5 meter kembali, seperti kondisi dulu,” pungkasnya. (riz/naz/riz) Editor : Achmad RW