”Ya, ini saya dapat 15 kilogram kemarin. Ya begini, kondisinya agak kekuning-kuningan,’’ ujar SF, 45, salah seorang KPM kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin. Bila melihat warna dan baunya yang apek, beras bansos yang diterimanya tak layak konsumsi.
Selain mangkak, beras yang diterimanya juga berbau apek. Apalagi saat dicuci dengan air, langsung menimbulkan bau menyengat. ”Ya, baunya apek,’’ tambahnya. Kuat dugaan, kualitas beras yang diterima warga rendah. ”Saya menerima kemarin pagi, tadi malam sudah saya masak dan saat dimakan rasanya sepo (hambar,Red),’’ tandas dia.
Menurutnya, beras dengan kondisi seperti itu cocok digunakan untuk bahan lontong. Bukan untuk dikonsumsi sehari-hari. ”Biasanya kalau beli dipasar, beras seperti ini dipakai lontong,’’ tegasnya.
Selain beras yang kualitasnya rendah, ia menyebut penyaluran Bansos pangan kali ini hanya menerima tiga komoditi. Meliputi bawang putih setengah kilogram, beras 15 Kg dan telur 20 butir dengan kisaran berat 1,25 Kg. ”Kalau bulan-bulan sebelumnya, ada daging ayam dan kacang hijau. Kali ini tidak,’’ tegasnya lagi.
Hal senada disampaikan, M, 57, KPM lainnya yang membenarkan bila beras yang diterima memang berwarna kekuning-kuningan. Beberapa KPM lainnya juga menerima dengan kondisi serupa. Sebagian ada yang memilih untuk ditukar dengan beras yang kualitasnya lebih bagus, sebagian lain tetap membawa pulang. ”Ada yang berwarna agak kehitam- hitaman dan sudah ditukar,’’ beber dia.
Dikonfirmasi terpisah, Ali Muhajir suplier BPNT di wilayah setempat, enggan memberikan keterangan dengan jelas. Hanya saja, dia tak menampik jika sebelumnya ada keluhan beras dengan kualitas rendah. ”Menindaklanjuti hal itu kami sudah mengganti dengan beras yang lebih bagus,’’ ujarnya. Jika ke depan masih ada warga atau KPM yang meminta pengembalian beras, karena warnanya mangkak dan berbau apek, pihaknya akan melayani.
Diwawancara terpisah, Agus Sholihudin Camat Diwek, mengaku belum menerima laporan terkait keluhan komiditi beras bansos yang kualitasnya rendah. ”Sementara ini saya belum mendengar dari KPM terkait dengan komoditas yang diterimakan,’’ ujarnya di Balai Desa Pundong, kemarin (24/8) siang.
Merespon keluhan ini pihaknya akan segera melakukan evaluasi dengan pihak-pihak terkait. ”Ya nanti kita koordinasikan kembali dengan suplier, agen dan pendamping,’’ pungkas dia. (ang/bin/riz) Editor : Achmad RW