“Liangnya nanti di selatannya pendopo atau joglo itu, di sebelah kiri Joglo itu, masih longgar di situ,” ungkap KH Hakim Mahfudz Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Senin (9/5) malam.
Titik liang lahat jenazah Lily Wahid ini, berjarak sekitar 10-15 meter sisi tenggara dari makam kakek dan ayahnya, yakni KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahid Hasyim.Lokasinya berdampingan dengan makam Nyai Hj. Nadhifa, istri dari KH. Ahmad Baidowi Asro yang juga Pengasuh ke-3 Pesantren Tebuireng. “Di deretan itu ada mbah H Supri, itu ulama lama juga di Tebuireng,” lanjut Gus Kikin, sapaan akrabnya.
Lokasi pemakaman Lily Wahid itu, juga dalah kompleks makam keluarga Tebuireng. Sesuai adat yang ada, seluruh keluarga KH Wahid Hasyim hingga generasi ke tiga memang akan menempati makam itu ketika wafat.
Meski sudah ditentukan lokasi pemakaman, hingga Senin malamm pihak pesantren belum menggali liang lahatnya. Di lokasi makam Masyayikh PP Tebuireng juga belum tampak persiapan apapun. Menurut Gus Kikin, persiapan penggalian akan dilakukan Selasa pagi. "Besok pagi (penggalian makamnya, red), karena di sini tanahnya tidak ada masalah. Mungkin tidak terlalu lama penggaliannya itu," ucapnya.
Sesuai rencana, jenazah juga akan diberangkatkan melalui jalur darat dari Jakarta sekitar pukul 05.00. Sesampainya di Tebuireng, jenazah akan terlebih dahulu disalatkan di masjid Pondok tebuireng sebelum dimakamkan. “Jadi kita selalu begitu, siapapun yang wafat, kita sambut, kita hormati. Disalatkan dan diperlakukan sebagai anggota keluarga Pesantren Tebuireng ini
Seperti diberitakan sebelumnya, Lily Wahid, adik kandung Presiden Ri ke 4 Kh Abdurrahman Wahid meninggal dunia di RSCM pada Senin sore, sekitar pukul 16.28 Editor : Achmad RW