”Ya, harga emping melinjo sekarang naik,” kata Piani salah seorang pedagang krecekan kerupuk kepada Jawa Pos Radar Jombang, Jumat (15/4) kemarin. Kenaikan harga itu terus berubah dalam tiga minggu terakhir.
Sebelum Ramadan harga emping masih berkisar Rp 55.000 per kilogram. Namun memasuki hari ke-15 ini, harganya terus berubah merangkak naik. ”Naik mulai tiga minggu lalu, sekarang sudah Rp 75.000 per kilogram,” imbuh dia.
Kenaikan harga itu diperkirakan banyaknya permintaan seiring Hari Raya Idul Fitri yang semakin dekat. Seperti biasamya, setiap lebaran, sebagian masyarakat menjadikan emping melinjo sebagai salah satu suguhan. ”Setiap tahun ya begini pasti naik. Cuma tahun lalu sepi sampai kosong,” ujar Piani.
Dia mengaku, emping melinjo yang dijualnya merupakan kiriman dari Pare Kediri. Biasanya dia menjual harga eceran ke pelanggan. ”Kadang ada yang beli tapi dijual lagi. Harganya ya nggak saya pres, soalnya barang juga kiriman dari Pare,” tutur dia.
Harga ini diperkirakan akan terus naik seiring lebaran yang semakin dekat. ”Mungkin naik lagi, cuma ini belum tahu. Nunggu kiriman lagi, soalnya dulu itu pernah jual Rp 80.000 per kilogram,” tambahnya.
Selain menjual emping melinjo, dia juga menjual emping dan krecek kerupuk lainnya. Namun harganya cenderung normal. Hanya emping melinjo yang naik begitu pesat. ”Kalau ini kerupuk bawang saya jual Rp 18.000 per kilogram, tinggal digoreng,” pungkas Piani. Editor : Rojiful Mamduh