”Sudah ada beberapa yang kita diamankan, masih dalam pengembangan,” terang Kasihumas Polres Jombang Iptu Qoyum Mahmudi, kemarin.
Qoyum menambahkan, dalam menangani kasus ini, Polres Jombang juga dibantu personel dari Jatanras Polda Jatim. ”Kita juga di-backup dari Jatanras Polda Jatim,” singkatnya.
Senada, Kasatreskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha belum bisa memberikan keterangan banyak terkait kasus penganiayaan yang diduga dilakukan geng motor. Ia menyebut, hingga kemarin masih melakukan analisis data dan memeriksa saksi-saksi. ”Untuk kasus itu (genk motor, Red) itu kita masih melakukan analisis, saksi sudah kita periksa, CCTV juga sudah kita pelajari di beberapa titik,” terangnya.
Hingga kemarin, Giadi menyebut sudah ada dua pelaporan terkait aksi tindakan onar yang diduga dilakukan genk motor pada Kamis (31/3) lalu. ”Untuk yang TKP Bulurejo itu perusakan kendaraan, sedangkan satunya penganiayaan,” lanjutnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, seratusan orang kawanan geng motor berbuat onar di wilayah Desa Grogol, Kecamatan Diwek Kamis (31/3) malam. Sambil konvoi arak-arakan kendaraan di jalan, kawanan geng motor yang kebanyakan masih berusia remaja ini diduga melakukan penyerangan terhadap pengguna jalan. Di antaranya memecahkan kaca spion mobil milik salah satu pengguna jalan di kawasan Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek.
Tak itu saja, tindakan mereka semakin beringas. Saat melintas di jalan wilayah Dusun Dempok Santren, Desa Grogol, Kecamatan Diwek mereka juga diduga menganiaya M. Sholahudin Akbar, 21, salah satu pelajar asal Sumatera Utara yang malam itu tengah berpapasan dengan iring-iringan geng motor.
Selain menganiaya korban hingga babak belur, kawanan bandit jalanan ini juga merusak kendaraan motor yang ditumpangi pelajar ini. Usai menerima laporan, polisi bergerak melakukan olah TKP dan memburu para pelaku. Editor : Rojiful Mamduh