Kades Blimbing Muji Alifah membenarkan adanya kegiatan perbaikan tanggul di wilayahnya. ”Sudah, kemarin ada sosialisasi dari BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Brantas, tapi disuruh nunggu,” kata Alifah dikonfirmasi, Kamis (24/3) kemarin.
Dijelaskan, di desa setempat yang bakal menjadi titik pekerjaan ada di Dusun Kedondong. Meneruskan pekerjaan perkuatan tanggul tahun lalu. ”Yang belum itu di Beluklor atau Kedondong, tanggulnya belum selesai. Tinggal sedikit sebelah selatan itu saja,” imbuh dia.
selain itu, lanjut dia, pekerjaan ada di wilayah kabupaten tetangga. ”Jombang kemarin hanya Jombok sama Blimbing saja, kelihatannya lebih banyak di wilayah Mojokerto,” ujar Alifah.
Menurut dia, meski pekerjaan belum dimulai, namun beberapa hari lalu sudah ada sebagian alat berat didatangkan. Hanya saja berada di tetangga desa. ”Kemarin di Tempuran (Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto) sudah mendatangkan alat berat, aktivitasnya masih belum banyak,” lanjut dia.
Dia tak mengetahui persis, kapan dimulainya proyek itu. Namun, diperkirakan bersamaan antara Jombang dengan Kabupaten Mojokerto. ”Makanya kemarin setelah sosialisasi disuruh nunggu. Sebagai pertimbangan mungkin karena hujan atau apa, sama menghindari lokasi rawan, karena debitnya masih tinggi,” kata Alifah.
Seperti diketahui, problem banjir tahunan yang melanda wilayah permukiman hingga persawahan di Kecamatan Kesamben akibat luapan afvoer Watudakon mulai ada titik terang. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas tahun ini bakal melanjutkan penanganan Afvour Watudakon. Anggaran yang disiapkan mencapai hampir Rp 100 miliar.
Pantauan di laman LPSE Kementerian PUPR Minggu (27/2) sore, proyek dengan nama kegiatan pembangunan pengendali banjir Afvoer Watudakon tahap dua di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang dan Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Pagu anggarannya mencapai Rp 96 miliar. Editor : M Nasikhuddin