Dari data yang digali di lokasi, kecelakaan terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Korban bernama Siti Makrifah, 19, warga Desa Bringin, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri. “Setelah magrib, sekitar pukul 18.30, dia sendirian naik sepeda motor,” ucap Subianto, 32, salah satu waksi mata.
Tidak ada yang tahu persis bagaimana Siti menabrakkan diri. Warga hanya tahu dia datang dari timur kemudian memarkir sepeda motor di pinggir sawah. Setelah itu tiba-tiba kereta api Bima berhenti. “Warga tahunya karena ada kereta berhenti dan ada polisi kereta yang turun, ternyata ada yang tertabrak. Posisi sepeda motor awalnya di sawah, terus dipindah ke depan rumah,” lanjutnya.
Menurut warga, korban diduga sengaja menabrakkan diri ke kereta api. Hal itu terlihat dari sepeda motor korban yang diparkir di pinggir jalan. “Kayaknya memang bunuh diri, soalnya sepeda ditaruh pinggir dan simpangan itu kan sudah ditutup,” tegasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Ixfan Hendriwintoko Humas KAI DAOP 7 Madiun, membenarkan kecelakaan kereta Rabu malam. Dari data yang dimiliki, kejadian itu menguatkan adanya indikasi bunuh diri yang dilakukan korban. “Menurut keterangan masinis, dia sudah membunyikan bel peringatan. Namun ketika kereta mendekat, wanita ini malah loncat ke rel sehingga menabrak kereta,” lontar dia.
Sementara itu, Kapolsek Jogoroto AKP Darul Huda, belum memberi keterangan lengkap terkait insiden kecelakaan kereta api tersebut. “Nanti ya, ditunggu dulu, tim masih melakukan penyelidikan,” ungkapnya.
Dari kejadian itu, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti. “Ada sepeda motor korban, tas berisi identitas dan surat-surat milik korban. Jenazah sudah dibawa ke RSUD Jombang,” pungkas dia. Editor : Rojiful Mamduh