Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Jalan Ruas Mancar - Bongkot Peterongan Jombang Dipenuhi Lubang

Rojiful Mamduh • Jumat, 18 Maret 2022 | 00:38 WIB
Photo
Photo
JOMBANG – Kondisi jalan poros kecamatan yang rusak parah bisa ditemukan di Kecamatan peterongan. Di sepanjang jalan Desa Mancar hingga Bongkot, ribuan lubang menghias di semua bagian jalan. Mulai aspal mengelupas, bahu berlubang sampai jalan tak merata.

“Hampir seluruhnya rusak parah, sudah berbulan-bulan tidak ada tindakan,” keluh Zainul, 40, salah satu pedagang Pasar Peterongan. Kerusakan jalan makin lama makin parah. Hujan yang terus datang, membuat jalan tergenang. Lubang di permukaan jalan juga makin banyak dan lebar. “Sejak awal tahun lalu sudah rusak, karena tidak ditambal, ya tambah parah,” lanjutnya.

Bergerak ke utara, kerusakan jalan terlihat makin serius. di Dusun Budug, Desa Tugusumberejo misalnya, lubang jalan  merata di bahu dan tengah. Lubang sedalam lebih dari 10 sentimeter dan lebar satu meter lebih, bakal menjebak pengendara yang lewat. “Kalau habis hujan lebih menakutkan lagi, lubang tertutup air sehingga banyak yang kecelakaan, terjatuh,” sahut Ahmadi, 50, salah seorang warga di lokasi kemarin.

Ia berharap, perbaikan jalan dapat dilakukan segera mengingat  akses utama untuk perekonomian dan pemerintahan. “Ke kantor kecamatan juga lewat sini, ke pasar juga. Kalau dibiarkan rusak begini mau sampai berapa korban lagi,” keluhnya.

Hal sama dirasakan warga Dusun Sumbernongko, Desa Denanyar, Kecamatan/Kabupaten Jombang yang juga mengeluhkan kondisi jalan rusak dan berlubang. Warga berharap segera ada perbaikan lantaran sering membuat pengendara roda dua terjatuh saat melintas.

Menurut Wulan, salah satu warga sekitar, lubang yang menghiasi jalan terlihat menganga lebar dan dalam. Kerusakan jalan diperparah saat kendaraan besar melintas di jalan kabupaten. ”Ya, rusaknya sudah lama. Terlebih banyak kendaraan besar yang melintas,” ungkapnya.

Selama ini, lanjutnya, ruas jalan itu dijadikan akses kendaraan truk untuk pembangunan TPA di Desa Banjardowo. Termasuk kendaraan sangat besar lalu lalang mulai pagi hingga malam hari. “Kan itu ada proyek di TPA. Jadi jalan dilalui kendaraan besar,” beber dia.

”Awal-awal dulu dari Subuh sampai malam. Terakhir ini aja warga yang melintas berkurang,” ungkapnya. ia menyebut, butiran debu yang muncul, sebagai dampai kendaraan besar yang lalulalang seenaknya. ”Biasanya jalan disirami air oleh pekerja proyek, tapi dua hari ini tidak pernah disiram,” bebernya lagi.

Pangestu Nelia warga lain menilai, kondisi jalan rusak lantaran dilalui kendaraan berat setelah ada proyek pembangunan TPA. ”Semenjak dilalui truk besar ini jalan menjadi rusak,” ujar dia. Warga juga mengeluhkan kondisi jalan yang berdebu. ”Kalau nggak hujan, jalan berdebu. Sampai-sampai harus sering menyapu rumah,” tegas dia.

Sebenarnya, warga sendiri sudah pernah melaporkan ke desa. ”Memang sebagian sudah. Harusnya kan semua diperbaiki, agar tidak ada korban lagi. Karena sering terjadi kecelakaan,” tegasnya lagi.

Dikonfirmasi terpisah, Plt Sekretaris Desa Denanyar Ismail, tak menampik adanya kerusakan jalan cukup parah. Jalan rusak itu  menjadi akses pembangunan proyek TPA. Pihak desa sudah melaporkan jalan rusak ke instansi terkait agar segera mendapat perhatian. ”Sebagian sudah diperbaiki. Ya, harapannya bisa diperbaiki semua,” pungkasnya. Editor : Rojiful Mamduh
#Jalan Ruas Mancar-Bongkot Peterongan #Ribuan Lubang #jalan rusak