Saat Jawa Pos Radar Jombang mengunjungi kediamannya, terlihat Samsul sapaan akrab Samsul Amin tengah sibuk mengotak-atik kerangka helikopter yang terinspirasi dari tayangan salah satu konten YouTube. ”Sudah dua bulan ini saya membuat helikopter,” ungkap Samsul.
Saat ini, Samsul masih fokus menyelesaikan bagian kerangka dan mesin helikopter. Seperti bagian ekor, badan dan kabin pilot. Dua baling-baling dipasang di bagian ekor dan bagian atas badan helikopter. Helikopter buatannya ini memiliki ukuran panjang 550 sentimeter dan tinggi 150 sentimeter.
Ayah dua anak ini mengatakan, seluruh material yang dipakai untuk membuat helikopter menggunakan barang-barang bekas. Ekor helikopter misalnya, ia memanfaatkan pipa gas berbahan besi. ”Semuanya pakai besi bekas. Sebelum dipakai, kita sesuaikan dulu baru dirakit pakai las listrik,” jelasnya.
Ide untuk membuat helikopter ini muncul setelah ia melihat salah satu konten di YouTube. Untuk menjawab rasa penasarannya, ia kemudian mengotak-atik barang bekas di bengkel las miliknya. ”Awalnya saya lihat-lihat di YouTube. Terus tertarik ada satu unit helikopter rakitan dari Amerika. Lalu saya tertarik membuatnya seperti helikopter itu,” jelasnya.
Untuk mesin helikopter, rencananya ia akan memakai dua mesin sepeda motor dengan kapasitas masing-masing 100 cc. ”Ini baru 65 persen, masih harus merakit mesinnya,” katanya.
Dalam perhitungannya, mesin motor dengan kapasitas 200 cc diperkirakan dapat mengangkat badan helikopter kurang lebih setinggi 2 meter. Percobaan akan dilakukan di lapangan. ”Karena belum tau kapasitas mesin untuk alat ini, yang penting mekanismenya benar dulu, kalau tidak bisa naik, tinggal kita tingkatkan power-nya lagi,” katanya.
Dia menarget, satu bulan ke depan helikopter buatannya sudah rampung. Namun karena masih amatiran, di awal ia tidak akan membuat penutup atau bodi helikopter. ”Kalau kita fokus menggarap mesin kurang lebih satu bulan sudah selesai. Itu sudah mulai tes putaran, konek mesin sama mekanisme yang ada ini. Insya Allah bisa terbang karena baling-balingnya juga sudah ada,” ungkap Samsul.
Menggunakan barang bekas bukan berarti ia membuat tanpa budget. Saat ini ia sudah mengeluarkan biaya pribadi sekitar Rp 3 juta. Hingga tuntas ia masih menyiapkan dana Rp 5 juta. Jika sukses, helikopter buatannya akan dimanfaatkan untuk kepentingan pertanian. Seperti memupuk tanaman di sawah. ”Seperti menyemprot hama kalau dengan ketinggian 2 meter saja cukup,” pungkasnya. Editor : M Nasikhuddin