Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal 1.384: Menerima Ujian

M Nasikhuddin • Senin, 14 Maret 2022 | 00:10 WIB
Photo
Photo
SAAT khutbah di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Jumat (11/3), Pengasuh PP Tahfidzul Quran Darul Hikam Mancar Peterongan ustad Abu Mansur Alhafid, menjelaskan pentingnya bersikap menerima. Sebab semua yang diberikan Allah SWT kepada kita pada hakikatnya ujian.

’’Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya,’’ tuturnya mengutip QS Alkahfi 7.

Penegasan serupa ada dalam QS Almulk 3. Allah menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

’’Makanya kita tidak boleh iri hati dan dengki,’’ ucapnya. Tidak boleh menginginkan harta orang lain. Sebab harta adalah ujian. Tidak boleh menginginkan kekuasaan dan kekayaan orang lain, sebab itu adalah ujian. Ini penting agar kita bisa menikmati apapun yang diberikan Allah SWT kepada kita.

Rasulullah Muhammad SAW bersabda: Tidak boleh hasud (ghibtoh) kecuali pada dua orang, yaitu orang yang Allah anugerahkan padanya harta lalu ia infakkan pada jalan kebaikan. Dan orang yang Allah beri karunia ilmu (Alquran dan As Sunnah), lalu ia mengamalkan dan mengajarkannya.

Salah satu sebab utama dari lahirnya kejahatan adalah hasad. Yakni iri hati atas nikmat yang dimiliki orang lain disertai harapan agar nikmat itu hilang. Bahkan berharap orang lain kesusahan.

Sedangkan ghibthoh yakni iri hati atas nikmat yang dimiliki orang lain atau menginginkan nikmat  yang serupa, namun tidak disertai dengan harapan nikmat itu hilang darinya.

Nabi Muhammad SAW bersabda; Tiga hal yang merupakan sumber segala dosa, hindarilah dan berhati-hatilah terhadap ketiganya.

Hati-hatilah terhadap keangkuhan, karena keangkuhan menjadikan iblis enggan sujud kepada Adam AS. Hati-hatilah kepada tamak, karena ketamakan mengantar Adam memakan buah pohon terlarang. Dan hati-hatilah terhadap iri hati, karena anak  Adam, Qobil membunuh Habil akibat dorongan iri hati.

Ghibthoh adalah berangan-angan agar mendapatkan nikmat seperti orang lain tanpa mengharapkan nikmat tersebut hilang darinya. Jika ghibthoh ini dalam hal ketaatan, maka itu dianjurkan.

Ghibthoh boleh dalam ilmu dan hikmah. Karena siapa saja yang memiliki harta lalu dimanfaatkan dalam jalan kebaikan dan ilmu yang dimanfaatkan, maka seharusnya seseorang ghibthoh atau berniat untuk mendapatkan nikmat seperti itu. Serta berlomba-lomba dalam kebaikan.

Nabi Muhammad SAW bersabda; Seseorang tidak dapat menghindar dari tiga hal. Pertama, pesimis karena melihat sesuatu. Kedua, berprasangka buruk. Ketiga hasad iri hati. Karena itu, jika engkau pesimis jangan diikuti. Jika berprasangka buruk jangan mencari tahu. Dan jika iri hati jangan menganiaya atau mengeluarkan isi hati dalam bentuk ucapan ataupun perbuatan.

Rasulullah juga bersabda; Jauhilah kamu dengki karena ia akan memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar. Janganlah saling hasad dan jangan mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah saling bermusuhan serta saling mendiamkan dan jadilah kamu bersaudara. Editor : M Nasikhuddin
#masjid polres jombang #Binrohtal