Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Belasan Sekolah Terendam, Siswa Diliburkan 549 Rumah Masih Tergenang Banjir

M Nasikhuddin • Senin, 14 Maret 2022 | 00:09 WIB
Photo
Photo
JOMBANG - Selain merendam rumah di 6 kecamatan, banjir juga merendam belasan sekolah. Akibatnya, siswa terpaksa diliburkan karena tak bisa mengikuti kegiatan pembelajaran.

Di SDN Talunkidul 2 Sumobito misalnya, terdampak banjir sejak Jumat (11/3) lalu. Ada tiga ruang kelas dan satu ruang guru yang terendam. Menurut Muhammad Kurniawan salah satu guru, banjir masuk di sekolahnya mulai Jumat dini hari. Ketinggian air terus meningkat  hingga masuk ke ruang kelas dan guru.

"Sekitar jam 04.00 itu masih di halaman sekolah. Tadi sekitar jam 06.00 air mulai naik ke kelas, semakin tinggi,” ujar dia. Karena itu kegiatan belajar mengajar di SDN Talunkidul 2 terpaksa diliburkan. Karena digelar di sekolah kondisinya tak memungkinkan.

“PTM tidak mungkin dilakukan, daring juga tidak bisa karena sekarang rumah-rumah siswa juga kebanjiran,” tambahnya.

Dihubungi terpisah, Jumadi Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang, menyebut ada belasan sekolah di Jombang terdampak banjir. Sekolah itu tersebar di Kecamatan Kudu, Ngusikan, Ploso, Plandaan, Mojoagung, Sumobito dan Peterongan. "Jumlah pastinya belum kami hitung, namun yang jelas ada beberapa yang masih terendam dan ada sekolah yang sudah surut," ujarnya.

Di antara sekolah yang terdampak banjir itu beberapa SD di Kecamatan Plandaan, SMPN 1 dan 2 Ploso, SMPN  Ngusikan, SDN Kudu Banjar 1, serta beberapa sekolah swasta dan TK di Kecamatan Kudu. Lalu di Kecamatan Mojoagung ada TK di Desa Kademangan dan Betek. Kemudian SDN Talunkidul 2 di Sumobito. "Kemarin yang saya datangi di SMPN 1 dan 2 Ploso. Ketinggian sekitar 60 sentimeter," terang dia.

Meski terdampak banjir, ditegaskan bila perangkat elektronik di sekolah aman. Termasuk laptop, printer dan yang lain. "Alhamdulillah semuanya sigap langsung mengamankan," tegas Jumadi.

Sementara itu, hingga kemarin (12/3), banjir masih merendam 549 rumah yang tersebar di enam desa di Kecamatan Sumobito. Sejak Kamis (10/3) lalu, genangan air masih tinggi.

Camat Sumobiuto Mustgafirin, menyampaikan, ratusan rumah yang terdampak banjir itu meliputi 16 rumah di Desa Trawasan, 65 rumah di Desa Budugsidorejo, 191 rumah di Talun Kidul, 200 rumah di Desa Sebani dan 77 rumah di Desa Madiopuro. Sedangkan rumah di Desa Sikokampir masih dilakukan pendataan.

“Paling banyak di Sebani dan Talun Kidul,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (12/3). Saat ini, kondisi banjir berangsur surut. Ketinggian air di Desa Trawasan antara 10-30 sentimeter, di Desa Budugsidorejo antara 5-15 cm, Desa Sidokampir sama yakni 5 - 15 sentimeter, Desa Talun Kidul lebih tinggi  30-40 sentimeter, Desa Sebani 10-20 sentimeter, dan Desa Madiopuro 20-30 sentimeter. ”Yang kondisi banjir stabil di Desa Trawasan, lainnya rata rata sudah menurun,’’ jelas dia.

Mustgafirin menambahkan, dari 6 desa tersebut ada satu desa yang masih mendirikan dapur umum untuk kebutuhan konsumsi warga, yakni Desa Trawasan. ”Lainnya tidak, karena warga sudah bisa memasak sendiri untuk kebutuhan sehari-hari,’’ jelasnya lagi.

Menurutnya, dapur umum di Desa Trawasan masih difungsikan lantaran banyak warga terdampak banjir. Ketinggian debit air juga masih tinggi. ”Sehingga kebutuhan konsumsi warga kita suplai dari dapur umum,’’ pungkasnya. Editor : M Nasikhuddin
#Rumah Tergenang Banjir #Sekolah Terendam Banjir #Siswa Diliburkan