Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Masjid Baitul Huda Pesantren Pernah Dikelilingi Pondok Pesantren

Rojiful Mamduh • Jumat, 11 Maret 2022 | 15:28 WIB
Photo
Photo
JOMBANG -  Masjid Baitul Huda Dusun Pesantren, Desa Krembangan, Kecamatan Gudo. Masjid yang berdiri sekitar 1960-an ini dulunya jadi satu dengan kompleks pondok pesantren.

”Masjid ini sudah berdiri sudah lama. Dari dulu modelnya seperti ini, tidak banyak yang berubah,” ujar Abdul Malik pengurus Masjid Baitul Huda, kemarin.

Di awal berdirinya, di sekeliling masjid berdiri pondok pesantren. Sehingga kegiatan santri di pusatkan di masjid. ”Samping dan depan masjid ini pondok. Jadi masjid ini jadi pusat kegiatan keagamaan pondok waktu itu,” katanya.

Seiring perkembangannya, kegiatan pondok pesantren semakin sepi. hingga sekitar 1971, kegiatan pondok pesantren praktis tidak ada lagi dan digantikan dengan rumah warga. ”Yang belakang ini menjadi sekolah RA. Itu dulu juga pondok,” ungkapnya.

Melihat corak bangunan, masjid Baitul Huda lekat dengan masjid jawa kuno. Salah satunya terlihat dari atap masjid berbentuk tumpang tiga.  ”Jadi tidak ada yang berubah ukurannya juga segini,” terangnya. Selain kegiatan salat jamaah rutin, sejumlah kegiatan keagamaan juga aktif.  ”Selain salat lima waktu, juga digunakan untuk mengaji anak-anak desa sekitar,” pungkasnya.

 

Pertahankan Daun Pintu dari Kayu Jati Lawas

BANGUNAN masjid Baitul Huda sudah beberapa kali mengalami renovasi. Tepatnya pada sekitaran 1980 dan renovasi terakhir pada 1997. ”Tidak banyak mengalami perubahan, hanya penambahan,” terangnya.

Misalkan struktur utama bangunan masjid masih dibiarkan utuh. Terlihat dari bangunan tembok masjid yang lebih tebal dibandingkan dengan bangunan era kekinian.

Selain itu, mihrab masjid juga masih bangunan lama termasuk pintu kayu. ”Dulu rencana mau diganti dengan kaca seperti model sekarang. Akhirnya keputusan bersama tidak diganti dan menggunakan pintu yang lama,” ujar Sukayit Bendahara Masjid Miftahul Huda kemarin.

Terlihat kusen, pintu dan jendela khas sangat khas dengan model jaman dahulu. ”Kusen, pintu dan jendela ini dari kayu jati. Sampai sekarang kayunya masih utuh, tidak keropos,” ungkapnya.

Selain itu, atap masjid berbentuk tumpang tiga juga masih dipertahankan hingga sekarang. Bahkan, kayu-kayu untuk atap juga dari kayu lama. ”Atapnya juga tidak ganti. Kayu jati semua itu masih sangat bagus,” bebernya.

Salah satu peninggalan lain, yakni bedug. Sampai sekarang masih dipertahankan. ”Tempat imam juga dari dulu seperti ini hanya pembaruan saja,” katanya. Dibeberkannya, renovasi masjid ini hanya menambah plafon, mengganti keramik dan memasan kanopi untuk parkir kendaraan. ”Jadi yang lain memang dipertahankan agar bangunan masjid tetap seperti dahulu,” pungkasnya. Editor : Rojiful Mamduh
#Dikelilingi Pondok Pesantren #Masjid Baitul Huda