Nabi dibawa malaikat Jibril melakukan perjalanan dari Masjidil Haram Makkah menuju Masjidil Aqsa Palestina. Kemudian dilanjutkan menuju Sidratil Muntaha untuk menghadap Allah SWT Sang Pencipta Alam Semesta. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam surat Isra’ ayat 1.
Suatu ketika, nabi berada di dalam kamar sedang tidur. Kemudian datang malaikat Jibril mengeluarkan hati nabi dan mencucinya. Kemudian mengisi hati nabi dengan iman dan dikembalikan sebagaimana semula. Ini sinyal bahwa keimanan harus diutamakan kala membahas Isra Mikraj.
Setelah itu nabi melakukan perjalanan Isra’ Mikraj mengendarai Buraq diantar malaikat Jibril hingga langit dunia. Di langit dunia, nabi bertemu Nabi Adam AS. Lalu menuju langit kedua bertemu Nabi Yahya dan Nabi Isa. Di langit ketiga, Nabi Muhammad SAW bertemu Nabi Yusuf AS.
Di langit keempat, nabi bertemu Nabi Idris. Di langit kelima nabi bertemu Nabi Harun AS. Di langit keenam, nabi bertemu Nabi Musa. Nabi Musa menangis karena Nabi Muhammad SAW memiliki umat yang paling banyak masuk surga. Melampaui umat Nabi Musa sendiri.
Terakhir, di langit ketujuh, nabi bertemu dengan Nabi Ibrahim AS. Setelah itu, Nabi Muhammad SAW menuju Sidratil Muntaha, tempat nabi bermunajat dan berdoa kepada Allah SWT.
Kemudian nabi naik menuju Baitul Makmur. Ini baitullah di langit ketujuh yang arahnya lurus dengan Kakbah di bumi. Setiap hari ada 70 ribu malaikat bertawaf di dalamnya.
Nabi disuguhi arak, susu, dan madu. Nabi mengambil susu. Jibril mengatakan: Susu adalah lambang kemurnian dan fitrah yang menjadi ciri khas Nabi Muhammad dan umatnya.
Di Baitul Makmur, nabi bertemu Allah SWT. Allah mewajibkan kepada nabi untuk melaksanakan salat fardu sebanyak 50 rakaat setiap hari. Nabi menerima dan kemudian kembali pulang.
Dalam perjalanan, Nabi Muhammad SAW bertemu Nabi Musa. Nabi Musa meminta kepada Nabi Muhammad untuk kembali pada Allah SWT, guna mohon keringanan. Akhirnya dikurangi lima. Turun ketemu Nabi Musa, disuruh minta keringanan lagi. Nabi bolak-balik minta keringanan hingga tinggal lima rakaat seperti sekarang.
Keesokan harinya, nabi menyampaikan peristiwa tentang Isra’ Mikraj kepada kaum Quraisy. Mayoritas orang Quraisy inkar terhadap kisah yang disampaikan Nabi Muhammad, bahkan sebagian kaum muslimin ada yang kembali murtad karena tidak percaya terhadap kisah yang disampaikan nabi.
Melihat itu, Abu Bakar bergegas untuk membenarkan kisah Isra’ Mikraj nabi. Abu Bakar mengatakan: Sungguh aku percaya terhadap berita dari langit. Abu Bakar percaya karena mengedepankan iman. Iman bahwa Allah yang memperjalankan Nabi Muhammad SAW. Tidak ada hal yang tak mungkin jika Allah menghendaki. Makanya ayat Isra Mikraj diawali dengan tasbih. Tasbih kita ucapkan setiap ada hal yang menakjubkan. Sebagai bentuk pengakuan, bahwa yang bisa melakukan hal yang menakjubkan hanyalah Allah SWT.
Isra Mikraj membuat kafir semakin kafir. Membuat orang yang lemah imannya jadi murtad. Serta membuat orang seperti Abu Bakar yang sudah iman semakin kuat imannya. Kala memperingati Isra Mikraj, kita harus mengedepankan kayakinan dan keimanan. Agar setiap memperingati Isra Mikraj, iman kita bisa semakin bertambah seperti Abu Bakar RA. Editor : M Nasikhuddin