Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal 1370: Larangan Mengharap Kematian

Rojiful Mamduh • Kamis, 24 Februari 2022 | 15:02 WIB
Photo
Photo
Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Selasa (22/2), Pengasuh PP Hidayatul Quran, Sentul, Tembelang, Ustad Yusuf Hidayat Alhafid, menjelaskan larangan mengharap kematian. Bagi orang mukmin, umur panjang disertai dengan amal saleh itu lebih baik dari kematian. ’’Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umur dan banyak amal baiknya,’’ tuturnya.

Suatu ketika, ada dua orang masuk Islam di hadapan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. Salah satunya mati syahid dan yang lainnya wafat setahun kemudian. Tholhah bin Ubaidillah berkata; Saya diperlihatkan surga dalam mimpi, saya melihat yang wafat terakhir dimasukkan surga sebelum orang yang mati syahid.

Dia heran akan hal itu. Pagi harinya, dia menceritakannya kepada Rasulullah. Rasulullah bersabda; Tidakkah dia telah berpuasa Ramadan setelahnya! Telah menunaikan salat enam ribu rakaat. Juga menunaikan salat sunah.

Waktu dan jam seperti modal harta bagi pedagang. Selayaknya kita berniaga agar beruntung. Orang yang modal hartanya banyak, maka keuntungannya akan lebih banyak. Orang yang dapat memanfaatkan umurnya dengan memperbaiki amalnya, maka dia akan beruntung dan bahagia. Orang yang menyia-nyakan modal hartanya, tidak beruntung dan rugi, maka dia rugi yang nyata.

Ada orang berkata; Alangkah indahnya kematian! Mendengar itu, ulama menasehati; Wahai anak saudaraku, jangan mengatakan itu! Satu waktu anda hidup dapat beristigfar kepada Allah, itu lebih baik bagi anda dibandingkan kematian!

Banyak ulama salaf menangis ketika akan meninggal dunia. Mereka menyayangkan keterputusan dari amal baik. Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam melarang berangan-angan kematian.

Kematian menghalangi orang mukmin dari kebaikan, kataatan, nikmatnya ibadah dan kesempatan bertobat.

Rasulullah bersabda; Janganlah salah seorang diantara kamu berangan-angan untuk mati. Jangan berdoa minta mati sebelum waktunya. Sesungguhnya ketika salah seorang diantara kamu meninggal dunia, maka akan terputus amalnya. Orang mukmin tidak bertambah umurnya melainkan ada kebaikan.

Hadis ini jelas melarang berangan-angan kematian karena kesusahan yang menimpa. Baik karena kekurangan, ujian musuh atau kesusahan dunia lainnya.

Nabi juga bersabda: Jangan sampai salah seorang diantara kamu berangan-angan kematian karena kesusahan yang menimpa. Hendaknya dia berdoa; Ya Allah hidupkan diriku selagi kehidupan itu baik bagi diriku. Dan wafatkan diriku selagi kematian itu baik bagi diriku. Editor : Rojiful Mamduh
#berita jombang #masjid polres jombang #Binrohtal