JOMBANG - Anggun dan memiliki karir cemerlang sebagai seorang dokter adalah adalah identitas yang melekat pada dr. Dyah Purwita Trianggadewi. Menurutnya memilih menjadi wanita karir adalah suatu keputusan yang harus dijalani tanpa harus melupakan kodratnya sebagai wanita. ”Menurut saya perilaku yang baik serta bekal pendidikan yang mumpuni juga dapat memberi kesan anggun bagi setiap wanita, terlebih wanita karir,” ungkap wanita kelahiran Malang, 1 April 1989 ini.
Wanita yang berdomisili di wilayah Kecamatan Jombang tersebut juga aktif dalam berorganisasi. Hal tersebut menurutnya membuat dirinya dapat mengambil hal positif dari banyak orang serta menjalin komunikasi dengan rekan sesama profesi dokter.
Terjun dalam suatu organisasi membuatnya belajar banyak hal baru sekaligus semakin menambah wawasan dan pengetahuan yang mungkin tidak dia dapat di dunia pendidikan formal.
Wanita yang akrab disapa Dokter Dewi merupakan lulusan pendidikan dokter umum Universitas Sebelas Maret Surabaya serta lulusan pendidikan spesialis mata Universitas Airlangga Surabaya. Saat ini Dokter Dewi memiliki jadwal praktek tetap di Poliklinik Mata RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung.
Kesibukan sehari-harinya sebagai seorang dokter spesialis mata tidak lantas membuat Dewi melupakan tugas utamanya sebagai seorang istri dan juga ibu di keluarga. Kemampuannya mengatur waktu membuatnya dapat menjalani pilihan karirnya sebagai seorang dokter serta menjadi ibu rumah tangga dengan baik.
Dia selalu menyempatkan waktu luang di luar tugasnya untuk pergi menikmati liburan bersama keluarga. ”Karena hobi saya juga traveling, jadi selalu menyempatkan waktu untuk berwisata,” katanya.
Terlebih kesibukan yang selama ini dijalaninya juga menuntut kesigapan dengan ditunjang oleh badan dan fikiran yang harus fresh dan fokus dalam mengambil suatau keputusan. Apa lagi jalur yang dipilihnya adalah kesehatan mata yang merupakan organ vital bagi panca indera manusia.
Menjalani hobi travelling juga merupakan wujud apresiasi bagi diri sendiri. Menurutnya itu merupakan hal yang sangat penting sebagai bentuk penghargaan diri yang sudah disibukkan dengan kesibukan dan tuntukan pekerjaan.
Penggunaan perangkat digital di era modern saat ini menurutnya juga sangat berpengaruh pada kesehatan mata. Apalagi hampir mayoritas masyarakat selalu menggunakan perangkat digital. Seperti, penggunaan handphone, bekerja di depan layar komputer maupun laptop, menonton televisi dan lain sebagai.
Menurutnya hal tersebut memang tidak bisa dihindari namun dapat sedikit dikurangi dampak negatifnya dengan cara menjaga jarak pandang terhadap perangkat digital yang digunakan, beristirahat dalam menatap layar perangkat digital setiap 20 menit, serta yang terpenting dan menurutnya paling mudah serta murah ialah sering mengedipkan mata.
Mengedipkan mata menurutnya sangat krusial karena dengan mengedipkan mata membuat kelopak mata menjadi basah kembali sehingga mata tidak menjadi kering yang dapat memicu timbulnya penyakit dan kerusakan mata.
Editor : Rojiful Mamduh