Tanaman bougenville atau populer disebut bunga kertas, ternyata punya nilai ekonomi. Bila telaten, tanaman ini bisa mendulang rupiah. Satu pohon saja di-stek menjadi puluhan jenis dari beberapa negara. Seperti apa?
ANGGI FRIDIANTO, Jombang
RUMAH Bougenville milik Teguh Hadi Raharjo, 49, warga Dusun Kajangan, Desa Kepuhkajang, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, terlihat rindang dan asri. Halamannya penuh warna-warni bunga kertas berwarna cerah dan memukau.
Ya, ia memiliki 50 lebih jenis bougenville yang dibudidayakan. Mulai jenis lokal seperti ungu muda hingga jenis impor ekor musang yang memikat para lebah. Teguh sendiri mulai membudidayakan sejak 2019 silam. Awalnya, ia membudidayakan banyak jenis bunga pada umumnya. Termasuk tanaman bonsai.
Lambat lain, ia justru kepincut dengan tanaman bougenville di halaman rumahnya. ”Karena bougenville bisa menjangkau masyarakat banyak. Semua usia. Berbeda dengan bonsai peminatnya kalangan tertentu,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.
Bunga kertas ini memiliki ratusan bahkan ribuan jenis dari penjuru dunia. Teguh sendiri punya 50 jenis mulai lokal hingga impor. Untuk bunga kertas lokal, ia punya putih varigata, ungu muda, ungu matang dan merah muda. Sedangkan jenis impor, memiliki jenis ekor musang, citra India, citra Monduring, Monalis, Sakura dan banyak jenis lainnya. ”Semua saya kumpulkan sejak 2019 lalu,’’ tambahnya.
Keunikan bougenville ini, ceritanya, bisa di-stek hingga belasan bahkan puluhan jenis dalam satu pohon. Hal ini terlihat di rumah Teguh, ada satu batang pohon yang memiliki 10 jenis bunga. ”Keunikan bougenville ini memiliki bunga yang bervariatif,’’ tandas dia.
Harga satu pot bougenville lumayan terjangkau. Mulai ukuran kecil Rp 10 ribu hingga paling besar Rp 1,5 juta. Ia mengaku, permintaan bougenville di tempatnya terus meningkat sejak pandemi Covid-19. Bahkan, dalam sehari ia pernah mendapat omset hingga Rp 8 juta. ”Awal pandemi, saat pemerintah mengimbau pekerja WFH itu meningkat tajam. Sehari bisa kirim puluhan paket. Sekarang permintaan mulai normal,’’ jelasnya.
Selama tiga tahun membudidayakan bougenville, ia telah mengirim pesanan hingga luar Jawa seperti Bali, Kalimantan hingga Riau. ”Kalau grosiran setiap hari ada yang mengambil di sini. Saya juga melayani pesanan online, jadi bisa dikirim kemanapun,’’ pungkasnya bangga.
Editor : Rojiful Mamduh