JOMBANG – Cuaca ekstrem masih membayangi sejumlah wilayah di Jombang. Kali ini, giliran belasan rumah warga di Desa Watugaluh, Kecamatan Diwek rusak akibat diterjang angin kencang.
Feryanto Kepala Desa Watugaluh menuturkan, terjangan angin kencang terjadi Kamis (22/12) sekira pukul 16.00. Diawali hujan deras disertai angin mengguyur wilayahnya sore hari.
Hingga mendekati pukul 16.00, terdengar deru angin semakin kencang diikuti sejumlah material rumah warga ikut rontok lantaran tak mampu menahan kencangnya angin. ”Waktu itu itu angin kencang nggak karuan barengan dengan hujan deras, sampai genting rumah-rumah warga ikut rontok,” beber Feryanto.
Dari hasil pendataan yang dilakukan petugas, akibat angin kencang sedikitnya ada belasan rumah warga rusak, khususnya di Dusun Nanggalan dan Dusun Watugaluh Santren. ”Ada sekitar 12-13 rumah terdampak. Yang rusak agak lumayan berat lima titik,” sambung Feryanto.
Beruntung tidak ada korban jiwa atau pun luka dari peristiwa itu. Hingga Jumat pagi, warga masih melakukan pembersihan hingga perbaikan. ”Masih didata lagi yang rusak. Alhamdulillah nggak ada korban,” kata Feryanto.
Dikonfirmasi terpisah Sudiro Setiono Camat Diwek membenarkan wilayahnya diterjang angin kencang, Kamis (22/12) sore. ”Ya, di Watugaluh ada sebagian atap rumah warga yang kena,” bebernya.
Selain itu, angin kencang juga mengakibatkan sejumlah pohon peneduh jalan menuju kawasan wisata religi makam Gus Dur tumbang. ”Ini di area jalan menuju makam Gus Dur ada sampai delapan pohon yang tumbang. Sampai nutup jalan,” imbuh dia.
Beruntung petugas dari BPBD dibantu sudah terjun ke lokasi mengevakuasi batang pohon yang menutup jalan. ”Kamis malam itu sudah langsung dievakuasi,” bebernya.
Hingga kini, pihaknya masih menunggu laporan resmi pendataan di lapangan.
Selain itu pihaknya juga sudah berkoordinasi untuk pemotongan pohon peneuh jalan yang rawan tumbang. ”Untuk wilayah Cukir sampai Keras itu juga banyak pohon rawan tumbang, lokasinya dekat rumah warga.Makanya, kita minta pemotongan tadi karena di sana rawan kena angin,” sambung Sudiro.
Kendati begitu, khusus rumah warga terdampak menurut Sudiro, sementara ditangani secara mandiri. ”Jadi belum (bantuan pemkab, Red), karena kejadiannya kemarin. Insya Allah hanya rusak ringan, kami tidak tahu bagaimana, karena situasi akhir anggaran, tapi tetap kita data dulu,” kata Sudiro.
Sebelumnya, angin kencang juga menerjang sejumlah rumah warga di Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung (9/12), disusul Desa Gedangan, Kecamatan Sumobito (12/12).
Editor : Rojiful Mamduh