SEMENTARA itu, dengan ketiga putranya, Maula Akbar Condrobuwono, 12, Zara Qoreena Alexa Cindarbumi, 10, dan Zahwa Qoneeta Alisya Cindarbumi, 9, dokter Iim berusaha untuk menjaga hubungan emosional antara ibu dan anak. Upaya terbaik yang ia lakukan sebagai seorang ibu menurutnya adalah memberikan pendidikan dan kesehatan terbaik untuk anak.
”Saya sangat menghindari hukuman fisik. Mengajarkan disiplin cukup melalui interaksi yang baik antara orang tua dan anak,” ungkapnya.
Karena menghindari hukuman fisik, untuk menghadapi anak yang rewel, ia harus dapat mengelola emosinya dengan baik. Dengan cara tarif napas panjang, dan berbicara dari hati ke hati menggunakan kalimat yang lembut, mengajak berdiskusi tentang apa yang diinginkan anak. ”Yang harus diperhatikan, jangan sampai keluar kata kasar,” katanya.
Iim merupakan karakter orang tua yang suka menunjukkan kasih sayang kepada anak-anaknya. Menunjukkan dukungan, namun tetap bersikap tegas. Baginya, orang tua adalah panutan dan mentor bagi anak.
Ia juga membangun komunikasi intens dengan anak. Sebagai bentuk perhatian dan dukungan kepada anak untuk terus berkembang. ”Kunci dari segala hubungan ada di komunikasi, begitu juga dengan anak,” jelasnya.
Menurutnya, momen hari ibu menjadi momen yang pas untuk mengenang jasa ibu, menambah bakti anak kepada ibu setiap tahunnya. Hingga menjadi ibu dari tiga anak, ia tetap rutin menghubungi ibunya melalui telepon dan menanyakan kabar. Doa kepada ibu juga tak lupa dipanjatkan setiap selesai salat, mendoakan untuk kesehatan dan kebahagiaan.
Jika memiliki waktu yang luang, ia pulang ke Demak dan tak sungkan dan gengsi memeluk ibu. Bahkan bernostalgia masak bersama mengingat saat masa masih lajang. ”Membelanjakan ibu juga menjadi salah satu cara saya untuk bisa membuat ibu selalu bahagia, tidak hanya ibu saja, perlakuan yang sama juga saya berikan kepada bapak,” pungkasnya.
Editor : Rojiful Mamduh