CANTIK nan anggun, gambaran yang pas untuk dr Hj Rokhimah Riza. Menurutnya menjadi wanita yang cantik itu penting untuk meningkatkan rasa percaya diri. Tapi itu saja tidak cukup, harus diimbangi dengan pendidikan dan attitude yang baik.
”Menurut saya perawatan itu sangat penting, karena dapat meningkatkan kepercayaan diri, membawa suasana hati menjadi lebih baik,” ungkap wanita kelahiran Demak, 20 Agustus 1980.
Dokter Iim sapaan akrab Rokhimah Riza, merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Agung Semarang 2006. Dan sekarang, ia sedang menempuh pendidikan Magister Biomedik di Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
Sehari-hari ia bekerja sebagai dokter kecantikan, menjalani rutinitas sebagai ibu rumah tangga, dan mulai aktif di organisasi politik.
Menurutnya membuat para wanita menjadi cantik dan memiliki kulit yang sehat menjadi bentuk kebahagiaan sendiri baginya. Bahkan ia juga membuat produk kecantikannya sendiri yang sudah dipakai banyak orang. ”Karena saya merasa passion saya di bidang itu, jadi happy menjalaninya,” jelas wanita yang beralamat di Dusun Gedang RT 001 RW 005 Desa Tambakrejo, Kecamatan/Kabupaten Jombang.
Selain klinik kecantikan, Iim juga mengembangkan bisnis di bidang lain, seperti minimarket hingga bidang pertanian. Untuk sukses menjalani bisnis, ia berbagi tips untuk terus kerja keras tekun, berani menantang diri sendiri, berani mengambil risiko, percaya diri dan diimbangi dengan ibadah dan doa yang kuat kepada Allah SWT. ”Karena bisnis ini merupakan passion saya, itu membuat saya bahagia sehingga semangat bekerja dan bersemangat untuk mendapatkan ide-ide bisnis kreatif baru,” jelasnya.
Meski dengan kesibukan yang padat, dr Iim tetap berusaha membagi waktu dengan keluarga. Sebelum berangkat kerja pukul 10.00. Ia memastikan sarapan untuk suami dan anak-anaknya sudah tersedia. ”Jika anak-anak sekolah saya usahakan mengantarkannya sendiri, tapi karena sekarang anak-anak ada di pondok pesantren, jadi hanya mengurus keperluan suami dan beres-beres rumah saja,” jelasnya.
Jumat merupakan hari keluarga. Jika anak-anaknya libur sekolah, ia menyempatkan mengajak mereka berlibur, seperti berenang atau belanja. ”Karena hobi saya juga traveling dan bekerja, ya bekerja di klinik kecantikan adalah bagian dari hobi saya,” katanya.
Jika sedang berada jauh dari anak-anak dan suaminya, ia rutin menghubungi melalui telepon untuk mengingatkan makan, atau sekadar memastikan keadaan di rumah.
Istri H M Sholahul’am Noto Buwono atau Gus Aam ini mengatakan, membangun komunikasi yang baik dengan suami adalah salah satu upaya untuk membangun keluarga tetap harmonis meski dengan kesibukan yang padat.
Selalu mendukung langkah suami, bersikap apresiatif, penuh kasih sayang dan meluangkan waktu untuk suami seperti dinner berdua di malam minggu, atau liburan bersama di akhir tahun. ”Dengan cara seperti itu kami tidak kehilangan momen berdua juga bersama anak-anak meskipun dengan kesibukan masing-masing setiap harinya,” katanya.
Untuk apresiasi diri sendiri, ia selalu meluangkan waktu untuk menghibur dan merawat diri. Seperti dengan jalan-jalan, kuliner, olahraga. ”Itu hal yang sangat penting sebagai bentuk penghargaan diri yang selama seminggu sudah disibukkan dengan bekerja,” bebernya.
Untuk mempertahankan berat badan ideal, ia setiap hari mengkonsumsi buah dan sayur. Sedangkan untuk menjaga badan tetap sehat, ia banyak minum air mineral, dan vitamin serta tidak membiasakan begadang. ”Perawatan rutin tentu saja, dengan menggunakan produk kecantikan saya sendiri,” jelasnya.
Dokter Iim merupakan salah satu wanita yang memiliki selera fashion yang anggun. Ia tak punya patokan merek tertentu. Model yang bagus dan pemakaian yang nyaman menjadi hal yang paling penting.
Memiliki wajah yang tirus, dan badan yang proporsional, menurut Iim, wanita cantik adalah wanita yang berani menjadi diri sendiri apa adanya, bahagia dengan segala yang dimiliki dan tidak merasa insecure atas kekurangan yang dimiliki. ”Cantik itu dimulai dari menghargai dan menyayangi diri sendiri. Tidak lagi menuntut diri sendiri terlihat sempurna di mata orang lain. Merasa bangga dengan apa yang dimiliki. Karena bahagia, yang menentukan adalah diri sendiri, bukan orang lain,” jelasnya.
Editor : Rojiful Mamduh