Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

SMPN 2 Jogoroto Jombang Uri-Uri Kebudayan Jawi

Rojiful Mamduh • Jumat, 10 Desember 2021 | 00:47 WIB
SMPN 2 Jogoroto Jombang Uri-Uri Kebudayan Jawi
SMPN 2 Jogoroto Jombang Uri-Uri Kebudayan Jawi


JOMBANG – SMPN 2 Jogoroto ahlinya kesenian tradisional. Tiga tahun berturut-turut, seni musik tradisionalnya menjuarai Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat kabupaten.



”Alhamdulillah meskipun pandemi tetap produktif, tahun ini menang lagi FLS2N,” kata Edy Purnomo, kepala SMPN 2 Jogoroto, kemarin.



Pandemi tak menyurutkan semangat siswa untuk berlatih musik tradisional. Lomba yang diadakan dua tahun terakhir juga melalui virtual. Tapi SMPN 2 Jogoroto tak menurun kualitasnya, sanggup mempertahankan gelar juara. Tahun lalu juara satu dan tahun ini juara tiga.



Tidak hanya urusan musik jawa tradisional saja, SMPN 2 Jogoroto juga juara satu lomba macapat tingkat kabupaten 2021.



Edy memang mengunggulkan ektrakurikuler karawitan. Minat siswa di kesenian cukup banyak. ”Saya sempat berfikir, apakah anak-anak SD di sekitar sini punya ekstrakurikuler karawitan juga kok masuk SMP sudah pandai? Ternyata tidak, kami betul-betul membina mulai dari nol,” ulasnya.



Pertemuan rutin setiap bulan yang diadakan MKKS negeri kemarin (8/12) bertempat di SMPN 2 Jogoroto. Sebelum acara dimulai, para kepala sekolah dibuat terpukau dengan penampilan seni musik tradisional. Juga pertunjukan seni pencak silat putra dan putri, serta tari remo.



Pertunjukan itu semakin lengkap dengan kudapan yang sudah disiapkan, teh dan kopi panas, serta bubur sruntul.



Pertemuan MKKS SMP negeri di SMPN 2 Jogoroto dibuat istimewa. Jika biasanya hanya menggunakan background biasa, SMPN 2 Jogoroto membuat background panggung utama dengan pemandangan berbeda. Yaitu banner yang dibingkai dengan bambu yang sudah dirakit guru selama empat hari.


”Ini guru-guru yang buat, agar lebih istimewa. Kita memang ingin uri-uri kebudayan jawi, jadi di sini kental dengan tradisi jawa, mulai dari suguhan, hingga panggung utama,” pungkasnya.


Editor : Rojiful Mamduh
#berita jombang