Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Renungan Minggu 66: Bersyukur Membuahkan Kesabaran

Rojiful Mamduh • Minggu, 28 November 2021 | 15:30 WIB
Renungan Minggu 66: Bersyukur Membuahkan Kesabaran
Renungan Minggu 66: Bersyukur Membuahkan Kesabaran


Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik, kemarin. Terutama tentang pentingnya bersyukur karena bisa membuahkan kesabaran. ’’Jika amarah penguasa menimpa engkau, janganlah meninggalkan tempatmu, karena kesabaran mencegah kesalahan-kesalahan besar,’’ tuturnya mengutip Pengkhotbah 10:4 (TB).




Di dalam perjalanan kehidupan yang kita jalani sehari-hari sebagai umat Tuhan, Tuhan menginginkan kita bisa bersabar dalam menghadapi segala perkara. Untuk bisa sabar memang bukan hal yang mudah. Mungkin kalau satu atau dua kali kita bisa nahan (bahasa Jawa:ngempet), tapi kalau terus menerus ya "mana tahan".




Sabar itu bukan ngempet, tapi kalau kita bisa mensyukuri segala sesuatu, maka kita akan bisa untuk sabar menjalani hidup ini. Mungkin kita sudah lama ingin punya rumah, tapi sekarang masih kontrak, kalau kita bisa bersyukur karena masih bisa kontrak, sementara ada banyak orang yang tinggal di gubuk-gubuk kumuh, maka kita akan bisa sabar.
Mungkin kita ingin mobil, tapi sekarang cuma motor, bersyukur sebab ada banyak orang yang hanya punya sepeda.



Mungkin kita hanya punya usaha kecil, tapi bersyukur sebab kita masih punya kerjaan, sementara ada banyak orang yang tidak punya penghasilan tetap.




Dan mungkin masih ada banyak hal lain yang membuat kita nggak bisa sabar, karena kita tidak mau mensyukuri apa yang ada. Kalau kita bisa bersyukur maka itu akan melahirkan kesabaran.




Itu sebabnya syukurilah apa yang ada, sehingga kita bisa sabar seperti apa yang Firman Tuhan ajarkan. Kalau tidak bisa sabar, maka akan ada banyak kerugian-kerugian dalam hidup kita.




Sebaliknya, kalau kita sabar, maka ada banyak keuntungan yang kita dapatkan.



Kata kesabaran dari kata dasar sabar, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya:



Tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati).




 Tenang, tidak tergesa-gesa, tidak terburu nafsu.



Salah satu contoh adalah Raja Saul yang tidak sabaran, membuat dia melanggar ketetapan Allah. Yaitu dengan melakukan perbuatan yang tidak patut dia lakukan. Korban bakaran yang adalah tugas Samuel sebagai orang yang telah ditetapkan Tuhan untuk melaksanakan, tapi Saul dengan beraninya melanggar.



 Saul tidak menghormati kekudusan Tuhan, karena Saul tidak sabar menunggu Samuel, Saul tergesa-gesa, akibatnya Saul dan keluarganya di tolak oleh Tuhan.




Perenungan buat kita, hormatilah kekudusan-Nya dengan menghormati hamba-hamba Allah yang Tuhan percayakan untuk memimpin kita dan sabarlah menunggu waktu Tuhan dalam keadaan apapun.



’’Bila kita bisa mensyukuri segala sesuatu dalam hidup ini, maka itu akan berbuahkan kesabaran, sehingga bisa mencegah kesalahan-kesalahan besar dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati,’’ pungkasnya.


Editor : Rojiful Mamduh
#berita jombang