Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Carang Mas, Camilan Jadul yang Renyah nan Manis

Rojiful Mamduh • Sabtu, 27 November 2021 | 15:25 WIB
Carang Mas, Camilan Jadul yang Renyah nan Manis
Carang Mas, Camilan Jadul yang Renyah nan Manis


CARANG MAS merupakan camilan tradisional yang renyah dan identik dengan rasanya manis. Camilan ini dibuat dari bahan ubi jalar atau ketela dimasak dengan gula merah dan bahan lainnya. Tidak sembarang orang bisa membuat camilan ini. Salah satunya Anda bisa menemukannya di Kelurahan Jombatan, Kecamatan Jombang.



Saing itu, Umi Fitria terlihat sibuk mengupas ketela di rumahnya. Ya, ketela memang bahan dasar membuat Carang Mas. ”Ini baru tahap awal membuat carang mas, atau kalau orang sini menyebutnya cekeremes,” terang Umi Fitria.



Proses pembuatan carang mas disebutnya cukup panjang. Ketela yang sudah dikupas dan dicuci itu, harus dipasrah terlebih dahulu. Proses ini, dilakukan secara manual tanpa bantuan mesin. ”Dipasrah ini kan biar teksturnya jadi membentuk tekstur serabut tipis begitu,” lanjutnya.



Seluruh ketela yang telah dipasrah, dipindahkan ke wadah besar selanjutnya campur dengan gula jawa. ”Selain itu, manisnya carangmas juga dari penggorengan ini,” lanjutnya.



Untuk penggorengan tidak boleh asal. Harus dilakukan orang yang sudah berpengalaman. Selain membutuhkan takaran yang pas, proses menggoreng juga harus teliti dan hati-hati. ”Karena gula dan panasnya api harus pas, kalau tidak begitu, warna carang masnya jadi tidak bagus, terlelu cokelat atau malah terlalu putih,” tambah Umi.



Usai penggorengan tuntas, carang mas ditiriskan. Barulah carang mas bisa dibentuk sesuai keinginan. Umi sendiri, menyebut punya tiga jenis bentuk untuk produk carang mas buatannya. ”Bentuknya ada yang gepeng besar, gepeng kecil, atau bulat bola. Kalau yang gepeng dibentuk pakai potongan bambu, kalau yang bulat ada alatnya sendiri,” ungkapnya.


Selesai dibentuk, proses selanjutnya pengemasan. Dengan dibantu satu saudaranya,rata-rata per harti dia bisa menghabiskan sekitar tujuh kilogram ketela. Produk hasil buatannya ini, biasa dijual di sejumlah gerai oleh-oleh di Jombang. ”Kalau harganya mulai Rp 6 ribu untuk yang gepeng kecil isi empat, terus Rp 11 ribu untuk gepeng besar isi 7 keping. Kalau yang toples Rp 15 ribu isi 20 butir carang mas,” pungkasnya.


Editor : Rojiful Mamduh
#berita jombang