JOMBANG – Protokol kesehatan dalam kejuaraan karate nasional diperhatikan betul. Masuk GOR Merdeka, baik atlet maupun official, wajib menunjukkan barcode peduliLindungi. Atlet dan official yang mendampingi juga wajib menyertakan bukti bebas Covid-19 melalui surat hasil swab test antigen atau PCR.
”Yang di GOR atlet pemula usia 10-11 tahun, jadi mayoritas sudah divaksin, dan harus ada bukti minimal swab antigen,” kata Kwat Prayitno, ketua harian Forki Jombang, kemarin.
Masuk dan keluar GOR, atlet dipantau panitia. Tidak semua orang bisa masuk kecuali menunjukkan barcode yang sudah diberikan panitia. Akses keluar dan masuk juga dibedakan, sehingga lalu lalang karateka lebih teratur.
Karateka yang akan tampil di GOR hanya karateka kelas pra pemula, pemula, kadet, junior dan under 21 tahun. Sedangkan atlet kategori pra usia dini dan usia dini bertanding di Dojo Mahameru.
Kejuaraan hari ini rencananya dibuka Bupati Hj Mundjidah Wahab, Wakil Bupati Sumrambah, Kadisporapar Bambang Nurwijanto, Kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang Agus Purnomo, Kapolres Jombang AKBP Nurhidayat, dan ketua KONI Jombang Heru Ariwanto.
”Jadwal pembukaannya besok (hari ini,Red) pukul 09.00, mudah-mudahan tepat waktu,” harap Kwat.
Kejuaraan diikuri 1.212 atlet yang turun di 1.346 kelas pertandingan dan 79 nomor lomba. Mulai pra usia dini, usia dini, pra pemula, pemula, kadet, yunior dan under 21 tahun. Dari Jombang sendiri sudah ada 159 atlet yang mendaftar. Mereka akan turun di 200 kelas pertandingan.
Editor : Rojiful Mamduh