SAAT ini motor trail dengan pembakaran mesin 2-tak memang mulai ditinggalkan. Pabrik banyak memproduksi motor trail dengan pembakaran mesin 4-tak. Lantaran dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan.
Meski begitu, tak jarang crosser lebih memilih motor trail dengan pembakaran mesin 2-tak. Terlebih, mesin kuda besi sangat mumpuni untuk diajak ke medan sulit. Seperti Hartono, warga Candimulyo Jombang yang menyalurkan hobi ngetrail dengan SND mesin 2-tak keluaran tahun 2020.
Motor yang mempunyai kapasitas 150 cc ini sangat jarang dijumpai. Kebanyakan motor trail KTM, KLX keluaran Kawasaki dan lain sebagainya. ”Ini saya beli build up dari Thailand,” katanya. Motor SND miliknya sangat pas untuk ngetrail di medan sulit. Selain punya body bongsor khas motor trail, suspensi yang terpasang juga pas.
”Mesin juga mumpuni meski hanya 150 cc. Karena pembakaran mesin 2-tak,” ungkap dia. Baginya, mesin 150 cc dengan pembakaran mesin 2-tak setara dengan mesin 300 cc pembakaran mesin 4 tak. ”Jadi tidak perlu di-upgrade lagi karena bawaannya sudah mumpuni,” tambahnya.
Untuk perawatan motor SND sendiri ia menyebut hampir sama dengan motor trail lainnya. Hanya saja, butuh perhatian di oli mesin. ”Perawatan yang lain sama. Hanya oli mesin saja yang membutuhkan perhatian khusus dan harus menggunakan oli yang bagus,” pungkas Hartono.
Editor : Rojiful Mamduh