KEBERADAAN pasar tradisional menjadi aset berharga dikelola dengan maksimal. Salah satu fungsinya menggerakkan perekonomi warga. Sayang, keberadaannya terkadang minim perhatian. Salah satunya keberadaan Pasar Cukir, Kecamatan Diwek.
Dari depan terlihat wajah pasar kurang elok di pandang. Tampak deretan lapak PKL, hingga rombong-rombong penjual hewan, mulai dari burung, ayam dan sejumlah hewan peliharaan lainnya berderat di bahu jalan, tepatnya di depan gerbang masuk pasar.
Selain terlihat semrawut, arus lalu lintas jalan penghubung Jombang – Kediri juga tersendat serta rawan terjadi kecelakaan. Tak berhenti sampai di situ, tepat di pintu masuk pasar, deretan lapak pedagang digelar di permukaan jembatan akses masuk pasar. ”Dari dulu kondisinya seperti ini. memang semrawut, rawan juga sebab lalu lintas padat,” terang Abdul, salah satu pengunjung pasar, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, sebenarnya, di bandingkan dengan sejumlah pasar lain, pasar Cukir termasuk ramai. ”Setiap hari yang ke pasar ramai. Ini juga kan jalur ke arah wisata religi makam Gus Dur,” singkatnya.
Editor : Rojiful Mamduh