Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Unipdu Jombang Sukses Gelar Seminar Nasional dan Short Course

Rojiful Mamduh • Selasa, 2 November 2021 | 16:45 WIB
Unipdu Jombang Sukses Gelar Seminar Nasional dan Short Course
Unipdu Jombang Sukses Gelar Seminar Nasional dan Short Course


JOMBANG - Pusat Studi ASEAN (PSA) Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang bekerja sama dengan Center For Identity and Urban Studies (Centrius) mengadakan acara bertajuk Halo ASEAN 3 Seminar Nasional dan Short Course Political Roleplay on the Palestinian Crisis, Sabtu (30/10) kemarin. Kegiatan yang bertempat di Meeting Room Gedung Rektorat Kampus Unipdu, diikuti 160 peserta baik dari perwakilan PSA, peneliti, dosen dan mahasiswa yang tersebar di seluruh Indonesia.



Acara dibuka dengan rangkaian sambutan dari Ahmad Haibat Kannaby M Hub Int (Direktur Pusat Studi ASEAN), Dias Pabyantara, M.Hub.Int (Direktur Centrius), Prof Dr Ahmad Zahro MA. (Rektor Unipdu), serta Drs KH Zaimuddin Widjaja As’ad, MS (Ketua Yayasan Pesantren Tinggi Darul Ulum).



Acara ini merupakan kolaborasi pertama antara PSA dan Centrius. Acara ini terselenggara dengan dilatarbelakangi keinginan untuk memberikan informasi lebih dalam tentang isu konflik Palestina-Israel yang kerap menjadi topik pembahasan di Indonesia.



Seminar yang dilaksanakan secara daring-luring ini diisi dua orang pembicara. Pertama, I Gusti Agung Wesaka Puja, Executive Director of the ASEAN-IPR, dengan paparan tentang politik luar negeri Indonesia.



Kemudian, pembicara kedua adalah Dr Ayub Mirdad, penstudi hubungan Internasional dari Afghanistan sekaligus tenaga pengajar di Universitas Airlangga Surabaya.



Dalam pemaparannya, Ayub mengulas bagaimana cara memahami krisis Palestina melalui pendekatan regional.



Ahmad Haibat Kannaby M Hub Int (Direktur Pusat Studi ASEAN) yang akrab disapa Gus Sadat menyampaikan, permasalahan Israel - Palestina selama ini terus dikaitkan dengan isu agama. Padahal ada hal dan dinamika politik lain yang menjadikan isu tersebut menjadi isu yang belum terselesaikan. ”Wawasan terkait konflik Israel-Palestina harus terus dipupuk dan didiskusikan, supaya kita setidaknya dapat memahami apa yang sebenarnya terjadi di sana. Dan tidak mudah termakan oleh isu-isu yang belum tentu benar keadaannya,’’ ujar dia.



Ketua Yayasan Pesantren Tinggi Darul Ulum, Drs KH Zaimuddin Widjaja As’ad (Gus Zuem), menyambut baik topik yang dibahas dalam seminar ini. ”Isu Palestina-Israel kerapkali ditarik di luar proporsinya, sehingga masyarakat pun kesulitan memahaminya dengan jernih,’’ ujar dia.


Gus Zuem menambahkan, pentingnya untuk memahami isu Palestina-Israel lebih dari aspek keagamaan, termasuk lewat sudut pandang geopolitik dan kependudukan. ”Sangatlah berbahaya orang yang bertindak atau melangkah tanpa didasari ilmu dan pemahaman yang cukup atas langkahnya itu,’’ pungkasnya.


Editor : Rojiful Mamduh
#berita jombang